GROBOG JATENG, Rembang – Operasi pasar khusus LPG 3 kilogram yang digelar di Kecamatan Rembang pada Senin (8/6/2026) langsung diserbu dengan antusias oleh para pedagang pasar dan warga setempat.
Kepala Dindagkop dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, mengungkapkan bahwa operasi pasar ini merupakan jawaban atas keluhan warga yang kesulitan mencari gas melon, ditambah harganya yang sempat melambung. Ia menyebut, kelangkaan yang terjadi belakangan ini murni dipicu oleh melonjaknya permintaan masyarakat sejak akhir Mei hingga Juni 2026.
“Meningkatnya permintaan dari masyarakat hari ini karena banyak warga yang punya hajat (pernikahan/khitanan) dan tradisi sedekah desa (sedekah bumi). Kegiatan-kegiatan tersebut membuat warga memasak dalam porsi besar, sehingga memerlukan konsumsi LPG 3 kg di atas kebutuhan normal,” terang Mahfudz, di sela-sela memantau operasi pasar. Dilansir dari website resmi jatengprov.go.id, pada Senin(8/6/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan di 14 kecamatan se-Kabupaten Rembang, Kecamatan Rembang memang tercatat memiliki grafik permintaan tertinggi. Guna memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus mencegah aksi borong, petugas pun menerapkan syarat khusus. Warga yang ingin membeli diwajibkan membawa kartu identitas diri serta tabung kosong.
“Warga yang mau membeli wajib membawa KTP dan tabung gas 3 kilogram kosong. Satu KTP hanya berlaku untuk pembelian satu tabung LPG 3 kilogram, dengan Harga sesuai HET Rp18 ribu,” imbuhnya.
Mahfudz juga menegaskan, pelaksanaan operasi pasar ini sama sekali tidak mengurangi kuota reguler LPG 3 kilogram, yang dialokasikan untuk Kabupaten Rembang. Terkait keberlanjutan program ini, pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan.
Pedagang Pasar Rembang Sri Endang Wati mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini. “Ini sangat membantu sekali bagi kami, karena di masyarakat saat ini mencari LPG 3 kilogram sangat sulit. Bahkan kalaupun ada, harganya pasti mahal. Tapi karena butuh, ya terpaksa tetap dibeli. Dengan adanya operasi pasar berharga murah ini, kami merasa sangat diringankan,” tutur Sri. (Hms/Ida).

.jpg)