Semeru Erupsi dan dan Luncurkan Awan Panas


 


 

Semeru Erupsi dan dan Luncurkan Awan Panas

Jumat, 19 Juni 2026

GROBOG JATENG, Lumajang Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga kini terus memantau aktivitas vulkanik Gunung Semeru, yang saat ini masih berstatus Level III (Siaga). Terkait kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tidak panik, selalu merujuk pada informasi resmi, serta mematuhi seluruh panduan keselamatan yang berlaku.

Laporan terbaru PVMBG menunjukkan bahwa pada Jumat (19/6/2026), Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu berintensitas tebal tersebut terpantau bergerak menuju arah utara dan barat laut.

Selain erupsi, PVMBG mencatat adanya awan panas guguran yang meluncur sejauh 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Rentetan aktivitas vulkanik ini terus diawasi secara ketat oleh petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.

Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, memastikan bahwa pemerintah daerah terus menjalin koordinasi dengan PVMBG, pemerintah desa, relawan, dan berbagai pihak terkait agar pemantauan kondisi Semeru berjalan berkesinambungan.

Isnugroho menilai, rujukan informasi resmi dari lembaga berwenang sangat krusial bagi masyarakat. Hal ini penting agar warga memahami situasi riil di lapangan sekaligus dapat mengambil tindakan antisipasi yang tepat.

"Masyarakat tidak perlu panik maupun gelisah. Yang terpenting adalah tetap mengikuti informasi resmi dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama," ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa meski status Level III (Siaga) menuntut peningkatan kewaspadaan dan pengawasan, hal itu bukan berarti seluruh wilayah Kabupaten Lumajang berada dalam zona bahaya.

Pembatasan aktivitas warga sejauh ini hanya diberlakukan di area tertentu yang telah dikaji secara teknis oleh PVMBG. Oleh sebab itu, masyarakat yang tinggal di luar kawasan rawan bencana tersebut tetap bisa beraktivitas normal seperti biasa.
"Kesiapsiagaan merupakan bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Dengan memahami informasi yang benar dan mengikuti rekomendasi yang ada, masyarakat dapat menjalankan aktivitas secara lebih aman dan terukur," tambah Isnugroho.

Saat ini, PVMBG telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan, di antaranya larangan melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya risiko perluasan awan panas dan aliran lahar.

Masyarakat juga dilarang mendekati kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kewaspadaan ekstra pun harus ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta ancaman lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama apabila wilayah puncak diguyur hujan. (Ida/Red).