GROBOG JATENG, Grobogan– Kepulan asap hitam pekat mendadak membubung tinggi dari sebuah rumah di Desa Menduran, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, pada Rabu (24/6/2026) pagi. Suasana tenang berubah menjadi kepanikan saat warga menyadari si jago merah sedang melalap habis hunian milik Abdul Ma'ruf (46), seorang buruh harian lepas setempat.
Peristiwa mencekam ini pertama kali disadari oleh Kumaidi, Ketua RT yang tinggal tepat di belakang rumah korban. Kecurigaannya memuncak saat melihat asap tebal keluar dari kediaman Abdul Ma'ruf sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat bergegas mendekat, kobaran api rupanya sudah menguasai sebagian besar bangunan.Kumaidi langsung berteriak histeris meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut berhamburan membawa peralatan seadanya untuk menjinakkan api sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Sayangnya, konstruksi rumah limasan yang didominasi papan kayu membuat api mengamuk dengan sangat cepat dan melumat seluruh bangunan hingga rata dengan tanah.Akibat amukan api, harta benda korban tidak ada yang bisa diselamatkan.
Seluruh perabot rumah tangga mulai dari kulkas, televisi, mesin cuci, pakaian, hingga dokumen penting ludes menjadi arang. Bahkan, uang tunai sebesar Rp10 juta yang disimpan korban di dalam lemari ikut hangus terbakar. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp60 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.Polsek Brati bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Brati IPTU Arif Setiawan menjelaskan langkah awal kepolisian setelah menerima laporan warga.
"Setelah menerima laporan, personel Polsek Brati bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari para saksi," ujar IPTU Arif Setiawan.
Dari hasil olah TKP, petugas menemukan fakta bahwa meteran listrik (kWh meter) di bagian depan rumah masih utuh dalam posisi mati (off). Titik kerusakan terparah justru berada di bagian tengah dan dapur.
Petugas menemukan sebuah dandang besar berisi sisa ampas tahu di atas tungku bata merah, lengkap dengan sisa kayu bakar yang telah menghitam. Temuan ini menjadi petunjuk kuat penyebab utama kebakaran.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan korban maupun saksi, dugaan sementara kebakaran berasal dari tungku pembakaran yang digunakan untuk merebus ampas tahu dengan bahan bakar kayu," jelas IPTU Arif Setiawan.
Berkaca dari musibah ini, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di dapur, terutama yang masih menggunakan metode memasak tradisional.
"Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jangan meninggalkan tungku atau aktivitas memasak tanpa pengawasan, terlebih pada bangunan yang masih banyak menggunakan material kayu. Selain itu, siapkan sumber air atau alat pemadam sederhana di sekitar rumah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi keadaan darurat," ujarnya.
IPTU Arif Setiawan juga mengingatkan warga agar rutin mengecek instalasi listrik dan menjauhkan bahan mudah terbakar dari area dapur, serta segera melapor ke pihak berwenang jika melihat indikasi kebakaran.
"Kepedulian dan respons cepat masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan sejak dini, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya. (GJ/Red).

.jpg)