Kekeringan Terus Meluas, 80 Desa di Grobogan Alami Krisis Air Bersih


 


 

Kekeringan Terus Meluas, 80 Desa di Grobogan Alami Krisis Air Bersih

Sabtu, 02 September 2023

GROBOG JATENG, Grobogan - Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Grobogan hingga kini telah mengakibatkan kekeringan dan krisis air bersih yang terus meluas di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Grobogan hingga Sabtu (2/9/2023), terdapat 80 Desa di 17 Kecamatan yang telah mengalami krisis air bersih.

"Sudah 80 Desa di 17 Kecamatan. Yang belum itu Kecamatan Klambu dan Godong," kata Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih.

Endang mengatakan bahwa salah satu langkah yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan distribusi air bersih ke daerah terdampak.

Sampai saat ini, total air bersih yang disalurkan BPBD bersama pihak terkait lainnya telah mencapai 1.667.000 liter.

Ia menyebutkan bahwa BPBD Grobogan masih mampu mengatasi dampak musim kemarau yang terjadi, sehingga belum dikeluarkan status darurat bencana.

"Kemarin sudah sekitar 300 tangki yang disalurkan. Distribusi air kemungkinan sampai November. Saat ini, kami (BPBD) baru keluarkan status siaga bencana," tambahnya.

Endang mengungkapkan, berdasarkaan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarau pada tahun ini berpeluang terjadi hingga Desember 2023.

Namun demikian, untuk wilayah Kabupaten Grobogan sendiri puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada periode Agustus-September.

Pihaknya berharap wilayah yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih tidak kembali bertambah.

"Semoga tidak ada lagi desa yang mengalami kekeringan," harapnya. (Pandu/AN/Red).