GROBOG JATENG, Jakarta – Para perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog langsung dengan jajaran pemerintah usai menghadiri silaturahmi bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Istana Negara, Kamis (4/9/2025) malam.
Pertemuan berlangsung hangat dan dinilai sebagai ruang strategis bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat iklim demokrasi di Indonesia.
Koordinator Media BEM SI Kerakyatan, Pasha Fazillah Afap, menilai undangan silaturahmi tersebut sebagai wujud keterbukaan pemerintah. Ia menyebut respons yang diberikan cukup positif.
“Tadi Bapak Mensesneg sudah memberikan respon yang cukup baik dan segera akan disampaikan ke Bapak Presiden. Kebetulan sebenarnya Pak Presiden ingin menemui kami, namun beliau menghadiri acara Maulid di Istiqlal,” ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Sementara itu, Kaleb Otniel Aritonang, Ketua BEM UPN Veteran Jakarta, menyampaikan bahwa pemerintah siap mengakomodasi aspirasi mahasiswa. Senada, Phalosa dari Universitas Yarsi menegaskan mahasiswa akan terus mengawal komitmen tersebut.
“Apapun tuntutannya, per hari ini kita sampaikan langsung ke lembaga eksekutif. Pun harus tetap masyarakat dan kami, rekan-rekan mahasiswa, kawal. Tentunya perlu pengawalan tersendiri dari kami selaku masyarakat dan mahasiswa,” ujarnya.
Dari kelompok Cipayung, Ketua Umum DPP GMNI, Risyad Fahlefi, menekankan pentingnya perlindungan terhadap aktivis. Sedangkan Ketua Umum PB PMII, M. Shofiyullah Cokro, menegaskan perlunya keterbukaan pemerintah.
“Bahwasanya ada kendala-kendala yang akan dihadapi pemerintahan itu juga bisa disampaikan secara terbuka kepada masyarakat umum. Agar kita mahasiswa, agen intelektual, kaum cendekiawan, bisa membantu, tidak hanya menuntut. Karena kita semua menginginkan bangsa ini maju dan terdidik,” tutur Shofiyullah.
Risyad menambahkan bahwa aspirasi mahasiswa telah diterima dengan baik oleh pemerintah.
“Ya intinya, aspirasi diterima dan akan ditindaklanjuti secepat-cepatnya dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait. Jadi kita tunggu saja respons berikutnya dari pemerintah dan DPR. Mudah-mudahan semua masalah bisa diselesaikan,” katanya.
Para mahasiswa pun sepakat, pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat komunikasi dengan pemerintah.
“Pertemuan malam ini memberikan kita semangat untuk terus mengkritik dan mengoreksi bangsa Indonesia. Kritik dan koreksi adalah bentuk kecintaan masyarakat terhadap negara,” tutur salah satu perwakilan. (Redaksi).

.jpg)