Rayakan Kemenangan di Bawah Kaki Sindoro, Lapangan Garung Bakal Jadi Lokasi Favorit Salat Id


 


 

Rayakan Kemenangan di Bawah Kaki Sindoro, Lapangan Garung Bakal Jadi Lokasi Favorit Salat Id

Rabu, 18 Maret 2026


‎GROBOG JATENG, Wonosobo Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, masyarakat Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo akan melaksanakan Salat Idul Fitri berjamaah di Lapangan Garung dengan latar panorama alam yang memukau, yakni keindahan lereng Gunung Sindoro yang berdiri megah.
‎Lapangan Dusun Garung menjadi salah satu lokasi yang kerap viral di media sosial saat pelaksanaan Salat Idul Fitri. Keindahan panorama Gunung Sindoro yang berpadu dengan hamparan jamaah dan suasana pagi yang sejuk menciptakan momen ibadah yang khusyuk sekaligus memukau, sehingga selalu menarik perhatian dan banyak dibagikan oleh warganet setiap tahunnya.
‎Salat Idul Fitri tahun ini mengusung tema “Rayakan Kemenangan dengan Pemandangan Menawan”, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk merayakan hari kemenangan dalam suasana alam terbuka yang sejuk, tenang, dan penuh kekhusyukan. 
‎Hamparan lapangan luas dengan latar pegunungan menjadi daya tarik tersendiri, menjadikan momen ibadah semakin berkesan, tak hanya warga lokal, warga luar kota, bahkan luar negeri juga turut penasaran ingin merasakan salat id ber nuansa alam Wonosobo ini.
‎Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
‎Ketua panitia, Yakup Ari Wibowo, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Idul Fitri di desanya ini akan digelar pada Jumat 20 Maret 2026, pukul 06.00 WIB, dengan kegiatan terpusat di Lapangan Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo (dekat basecamp pendakian Gunung Sumbing via Garung).
‎Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Abdul Aziz Ma’arif yang akan menyampaikan khutbah dengan pesan spiritual tentang makna kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.
‎Untuk meningkatkan kenyamanan dan kekhidmatan ibadah, panitia bersama Pemerintah Desa Butuh telah memperluas area shalat. Upaya ini diharapkan mampu menampung jamaah hingga meningkat sekitar 50% dibandingkan tahun sebelumnya.
‎Sebagai langkah pengendalian jumlah jamaah, panitia akan memberlakukan sistem portal masuk yang akan ditutup tepat pukul 06.00 WIB. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk datang lebih awal. Bagi jamaah yang tidak dapat masuk ke area lapangan, sejumlah masjid di sekitar desa seperti Masjid Al Amin, Al Falah, dan Al Mansyur telah disiapkan sebagai alternatif lokasi shalat Idul Fitri.
‎Camat Kalikajar, Aldhiana, menegaskan, pihaknya juga turut mendorong warga masyarakatnya untuk berperan aktif dalam menyambut tamu dan wisatawan dengan sikap ramah, menjaga kebersihan lingkungan, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif.
‎“Kami mengimbau seluruh jamaah salat id untuk datang lebih awal dan tidak memaksakan masuk ketika portal sudah ditutup demi menjaga kekhusyukan ibadah,” ujarnya.
‎Aldhiana, juga mengajak para pengunjung untuk menikmati beragam potensi wisata di wilayah Kalikajar. Mulai dari keindahan kawasan Jalisu, pesona alam Curug Mangku Klowoh, hingga berbagai destinasi alam lainnya yang tak kalah memikat.
‎Tak hanya itu, kemeriahan juga akan berlanjut dengan event pesta balon udara yang digelar di lokasi yang sama keesokan harinya. Festival balon udara ini juga tersebar di beberapa desa di Kecamatan Kalikajar, seperti Desa Kembaran, Lamuk, Simbang, Tempelsari, dan Mangunrejo, yang siap memberikan pengalaman wisata Lebaran yang lebih berkesan bagi masyarakat dan wisatawan.
‎Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa Lapangan Garung tidak hanya menjadi lokasi ibadah, tetapi juga akan menjadi pusat kegiatan menarik dalam rangkaian Lebaran tahun ini.
‎“Pada tanggal 22–23 Maret 2026, Lapangan Dusun Garung akan menjadi salah satu lokasi Festival Mudik 2026, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di lapangan ini, dengan tema ‘Mabur Bareng Komunitas Balon Wonosobo’, yang menjadi daya tarik khas daerah sekaligus bentuk pelestarian tradisi,” jelasnya.
‎Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang unik bagi para pemudik dan wisatawan, dengan memadukan nilai religius, budaya, dan keindahan alam dalam satu kawasan.
‎“Momentum Idul Fitri ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata Wonosobo. Lapangan Garung menjadi contoh bagaimana ruang terbuka dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan sekaligus event pariwisata yang berkualitas,” tambahnya.
‎Lebih lanjut, Fahmi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung. 
‎“Kami berharap seluruh pengunjung dapat menikmati setiap momen dengan nyaman, serta ikut menjaga kelestarian lingkungan agar keindahan kawasan ini tetap terjaga,” pungkasnya. (Dimas/GJ).