Kementan Genjot 97 Ribu Hektare Tebu, Pabrik Gula Diminta Bergerak Cepat Kejar CPCL


 


 

Kementan Genjot 97 Ribu Hektare Tebu, Pabrik Gula Diminta Bergerak Cepat Kejar CPCL

Senin, 25 Mei 2026

GROBOG JATENG, Surabaya Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program pengembangan dan hilirisasi perkebunan tebu tahun 2026 guna mengejar target pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare di 11 provinsi. Percepatan dilakukan dengan melibatkan seluruh pabrik gula, baik milik BUMN maupun swasta, dalam proses pemenuhan CPCL serta verifikasi lahan di lapangan.
 
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menegaskan percepatan CPCL menjadi kunci agar program pengembangan tebu nasional dapat terealisasi penuh pada 2026 sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
 
“Kami meminta seluruh pabrik gula, baik SGN, RNI maupun swasta untuk bergerak cepat membantu pemenuhan CPCL. Target pengembangan tebu tahun 2026 harus tercapai sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian,” kata Ali Jamil dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penetapan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tebu di Surabaya, belum lama ini. Dilansir dari website resmi pertanian.go.id, pada Senin (25/5/2026). 
 
Menurutnya, upaya pemerintah saat ini tidak hanya berorientasi pada penambahan luas tanam tebu, tetapi juga membangun sistem hilirisasi yang terhubung dari sektor hulu hingga hilir guna memperkuat ketahanan produksi gula nasional.

Karena itu, percepatan verifikasi data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah diajukan ke dinas perkebunan kabupaten/kota, provinsi, hingga BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) terus didorong agar proses penetapan dapat segera rampung. Pemerintah juga meminta seluruh dokumen pendukung untuk surat keputusan yang telah diterbitkan segera dilengkapi secara tepat dan cepat.

Selain bekerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), RNI, dan sejumlah pabrik gula swasta, Kementan turut memaksimalkan berbagai potensi lahan guna memenuhi sisa target CPCL nasional. Sejumlah area yang kini tengah dipetakan meliputi lahan milik TNI AD, TNI AL, TNI AU, Perhutani, kawasan Perhutanan Sosial, hingga lahan potensial lainnya.

Ali Jamil menilai keberhasilan pengembangan tebu nasional sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, khususnya untuk mendukung target besar swasembada gula. Ia menegaskan percepatan kerja dan kolaborasi menjadi kunci agar pengembangan kawasan tebu dapat berjalan optimal sekaligus memperkuat hilirisasi perkebunan nasional.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor tebu sebagai bagian dari strategi menuju swasembada gula nasional. Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, hingga penguatan industri hilir gula nasional.

“Kita ingin Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula dari produksi dalam negeri. Karena itu, penguatan sektor tebu terus kita dorong melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal, serta penguatan hilirisasi,” ujar Mentan Amran. (Hms/Ida).