KKM 03 Gelar Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning bagi Guru MI


 


 

KKM 03 Gelar Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning bagi Guru MI

Rabu, 21 Januari 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) 03 menggelar Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (20–21/1/2026), bertempat di Gedung MWC NU Kecamatan Grobogan.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 196 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 1 hingga kelas 6 dari wilayah Kecamatan Grobogan, Brati, dan Klambu. Diseminasi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran madrasah melalui penguatan nilai karakter dan pendalaman proses belajar peserta didik.

Ketua KKM 03, Ali Marsudi, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada guru terkait penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan strategi Deep Learning dalam pembelajaran sehari-hari. Selama dua hari, peserta mengikuti penyampaian materi, diskusi kelompok, serta simulasi pembelajaran yang aplikatif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong guru khususnya di KKM 03 agar mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan karakter,” ujar Ali Marsudi.

Ia menjelaskan, Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai penguatan nilai spiritual, moral, dan sosial dalam proses pembelajaran. Selain itu KBC bertujuan untuk membentuk karakter humanis, nasionalis, dan toleran melalui pendekatan kasih sayang, empati, serta pengembangan mental dan spiritual sehingga menciptakan madrasah yang ramah anak dan lingkungan.

Dalam penerapannya, KBC dipadukan dengan pendekatan Deep Learning, yang menekankan proses belajar bermakna, pemahaman mendalam, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa di kelas.

“Kami berharap para guru dapat menginternalisasi nilai-nilai cinta dalam setiap proses pengajaran, sehingga pendidikan di madrasah tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menguatkan karakter peserta didik,” imbuhnya.

Puji Hartati, peserta dari MI Yatpi Getasrejo, menilai kegiatan diseminasi tersebut sangat positif karena memberikan wawasan dan inspirasi baru bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman baru tentang pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Materi yang disampaikan juga relevan untuk diterapkan di kelas,” ujar Puji Hartati.

Melalui kegiatan diseminasi ini, diharapkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas guna meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. (Ida/AN/Red).