GROBOG JATENG, Grobogan– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menggelar kegiatan Pasar Murah sebagai upaya meringankan beban masyarakat kurang mampu sekaligus meningkatkan daya beli kebutuhan pokok. Kegiatan ini dilaksanakan Bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Penutupan Pasar Murah berlangsung di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Grobogan pada Kamis (12/3/2026). Acara tersebut dihadiri Bupati Grobogan Setyohadi beserta sejumlah pihak terkait.
Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan bahwa Pasar Murah digelar dengan memberikan subsidi terhadap sejumlah komoditas pangan sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan tiga abad Hari Jadi Kabupaten Grobogan.
“Stand-stand tersebut menyediakan kebutuhan pokok dan produk/barang lain, yang dijual lebih murah daripada harga umum/pasar,” ujar Bupati Grobogan.
Adapun komoditas yang disediakan dalam pasar murah antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, sirup, dan telur. Kegiatan Pasar Murah dilaksanakan di sembilan lokasi di wilayah Kabupaten Grobogan, mulai 9 Februari hingga 12 Maret 2026.
Selain pasar murah di sembilan lokasi tersebut, terdapat pula pembagian sembako gratis dari berbagai pihak. Tak hanya itu, sejumlah perusahaan ritel di Kabupaten Grobogan juga turut berpartisipasi melalui program belanja tebus murah bagi masyarakat.
Pada penutupan Pasar Murah di halaman Setda Grobogan, kegiatan diikuti sebanyak 42 stan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan produk lainnya dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Peserta stan terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi, BUMN/BUMD, organisasi profesi dan kemasyarakatan, perusahaan ritel, perusahaan industri, serta pelaku usaha IKM dan UMKM.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan, Pradana Setyawan, menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah tahun 2026 digelar di sembilan lokasi, dan penutupan yang dilaksanakan hari ini merupakan kegiatan terakhir.
“Dalam besar keagamaan nasional bagaimana memastikan daya beli masyarakat bisa terjangkau dengan cara menyiapkan kebutuhan pokok dengan cara yang wajar dan Pemkab hadir melalui komoditas subsidi beras, minyak goreng, sirup, mie instan harganya tentunya lebih murah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pasar murah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kebutuhan menjelang hari raya ini dan bulan puasa ini ada dan dinikmati masyarakat, harganya terjangkau untuk masyarakat,” pungkasnya. (AN/Red).

.jpg)