GROBOG JATENG, Grobogan - Kebakaran hebat melanda Desa Bologarang, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026) sore.
Api menghanguskan tiga unit rumah milik warga bernama Marwi (84), Siswanto (41), dan Marno (62). Peristiwa ini memicu kepanikan luar biasa karena kobaran api merembet dengan sangat cepat ke bangunan yang saling berdampingan.
Cuaca panas dan angin kencang di lokasi membuat upaya pemadaman awal oleh warga menggunakan alat seadanya sempat terkendala.Insiden bermula dari suara letupan keras pada meteran listrik di salah satu rumah korban.
Percikan api langsung menyambar bagian atas rumah berbahan kayu hingga kobaran membesar dalam sekejap.
Personel Polsek Penawangan yang menerima laporan segera bergerak ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Petugas pemadam kebakaran dari Purwodadi kemudian tiba dan berhasil menjinakkan api total pada pukul 17.15 WIB.
Mengenai penyebab insiden ini, Kapolsek Penawangan AKP Sutarjo mengatakan, bahwa kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik pada KWH meter salah satu rumah warga.
“Dugaan sementara sumber api berasal dari konsleting atau arus pendek pada KWH meter listrik yang kemudian memicu kebakaran dan menjalar ke bangunan rumah lainnya,” ujar AKP Sutarjo.
Kerusakan paling parah dialami oleh Marwi, di mana dua rumah joglonya hangus bersama satu ton gabah, kayu jati, barang elektronik, uang tunai, dan dokumen penting dengan kerugian Rp600 juta. Rumah limasan milik Siswanto juga terbakar dengan kerugian Rp100 juta.
Sementara rumah Marno mengalami kerusakan interior dan kehilangan alat elektronik serta dokumen penting senilai Rp150 juta.
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa kabel bekas terbakar, satu unit KWH meter, potongan kayu hangus, serta bangkai elektronik untuk penyelidikan lebih lanjut bersama Tim Inafis Polres Grobogan.
AKP Sutarjo menegaskan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun total kerugian materiil mencapai angka yang fantastis.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun sejumlah rumah dan barang berharga milik korban hangus terbakar sehingga total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp850 juta,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak kepolisian meminta warga untuk lebih memperhatikan kelayakan jaringan listrik di kediaman mereka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama kabel dan meteran yang sudah lama digunakan. Jika ditemukan kerusakan atau percikan listrik segera dilakukan perbaikan agar tidak memicu kebakaran,” pungkasnya. (GJ/Red).

.jpg)