GROBOG JATENG, Grobogan– Seorang petani lanjut usia berinisial N (73), warga Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan ditemukan tewas di samping rel kereta api KM 32+4/3 jalur hilir jurusan Karangjati-Gubug, Desa Papanrejo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (15/5/2026) pagi.Peristiwa bermula saat Kereta Api Banteng Cargo nomor KA 2509 melintas dari arah Karangjati menuju Gubug.
Kereta tersebut dikemudikan oleh masinis Tri Susanto bersama asisten masinis Muhamad Dani Firmansyah. Saat melihat keberadaan korban di sekitar jalur rel, asisten masinis langsung berulang kali membunyikan semboyan 35 sebagai tanda peringatan.
“Namun diduga korban tidak mendengar peringatan tersebut dan saat berusaha menghindar justru terpeleset di bebatuan sekitar rel,” jelas Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto mewakili Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto.
Nahas, akibat terpeleset tersebut, korban jatuh ke sisi kanan. Bagian pelipis kepalanya membentur tiang besi yang berada di sekitar rel kereta api. Pihak kereta api segera melaporkan insiden ini ke Stasiun Gubug sebelum akhirnya diteruskan ke Polsek Gubug.
Kapolsek Gubug AKP Anang Heriyanto menjelaskan, usai kejadian sekitar pukul 08.23 WIB, peristiwa tersebut segera dilaporkan ke Polsek Gubug dua menit kemudian. Korban pun langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Gubug untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah menerima laporan, anggota Polsek Gubug bersama tim Inafis Polres Grobogan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap korban,” ujar AKP Anang Heriyanto.
Namun, nyawa korban tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Petugas kepolisian bersama tim medis kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban di RSU PKU Muhammadiyah Gubug.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka sobek pada pelipis kanan atas sepanjang 3 sentimeter, luka memar di bawah mata kiri, serta sejumlah luka lecet di bagian kaki dan dahi. Petugas memastikan bahwa kematian korban murni akibat kecelakaan.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” terang AKP Anang Heriyanto.Saat ditemukan di TKP, korban diketahui mengenakan baju batik kombinasi warna cokelat dan celana kain hitam. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa dompet warna hitam serta satu bungkus tisu basah milik korban.
Proses pengungkapan identitas korban sempat mengalami kendala karena korban tidak mengantongi kartu identitas saat kejadian. Pihak kepolisian akhirnya menerjunkan tim Inafis untuk melacak data diri korban menggunakan teknologi pemindai.
“Setelah dilakukan identifikasi, diketahui korban merupakan warga Kecamatan Godong dan pihak keluarga selanjutnya telah dihubungi,” imbuhnya.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan medis dan identifikasi selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Menanggapi kejadian ini, Polsek Gubug juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api demi menghindari kejadian serupa. (GJ/Red).

.jpg)