Sempat Hilang Misterius, Lansia di Grobogan Akhirnya Ditemukan dalam Kondisi Tragis di Kubangan Lumpur


 


 

Sempat Hilang Misterius, Lansia di Grobogan Akhirnya Ditemukan dalam Kondisi Tragis di Kubangan Lumpur

Senin, 04 Mei 2026

GROBOG JATENG , Grobogan Warga Desa Cekel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, digemparkan dengan penemuan jasad seorang kakek di dalam kubangan lumpur pada sebuah pekarangan warga, Senin (4/5/2026). Korban diketahui berinisial SP (83), warga Desa Telawah yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.


Penemuan ini bermula saat seorang warga bernama Muslim (53) sedang dalam perjalanan pulang dari sawah. Saat melintas di sekitar lokasi kejadian, ia mencium aroma tidak sedap yang menyengat. Merasa curiga, ia mencoba menelusuri sumber bau tersebut hingga akhirnya menemukan korban sudah dalam kondisi tak bernyawa.


Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan posisi korban saat pertama kali ditemukan cukup memprihatinkan.


"Korban ditemukan dalam posisi miring dengan sebagian tubuh terendam lumpur. Kondisinya sudah meninggal dunia saat pertama kali ditemukan,” ujar AKP Sunarto.


Usai menerima laporan, personel Polsek Karangrayung bergerak cepat menuju lokasi bersama Tim Inafis Polres Grobogan, tenaga medis Puskesmas Karangrayung II, dan BPBD Kabupaten Grobogan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kubangan lumpur tempat korban ditemukan merupakan bekas genangan air di pinggir area persawahan yang cukup dalam.

Tim medis memperkirakan SP telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.Terkait dugaan adanya tindak pidana, pihak kepolisian menegaskan tidak menemukan indikasi tersebut. 

“Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Kapolsek Karangrayung.


Kepastian identitas korban didapat setelah Tim Inafis melakukan identifikasi sidik jari, yang hasilnya cocok dengan laporan orang hilang pada akhir April 2026 lalu. Pihak keluarga yang datang ke lokasi juga membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah anggota keluarga mereka.

Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. 


Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Purwodadi untuk proses pemulasaran sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.AKP Sunarto menduga, faktor usia menjadi penyebab utama kakek tersebut terperosok ke dalam kubangan.

Mengingat kondisi korban yang sudah pikun, ia diduga kehilangan arah dan tidak mampu menyelamatkan diri saat terjatuh.“Diduga korban terjatuh ke dalam kubangan dan tidak bisa keluar, sehingga meninggal dunia di tempat,” pungkasnya. (GJ).