Tragedi Atap Roboh MTs Sragen: Satu Siswa Alami Patah Kaki, Wagub Jateng Pastikan Pengobatan Maksimal


 


 

Tragedi Atap Roboh MTs Sragen: Satu Siswa Alami Patah Kaki, Wagub Jateng Pastikan Pengobatan Maksimal

Jumat, 15 Mei 2026

GROBOG JATENG, SragenSuasana ruang perawatan RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen mendadak hangat pada Kamis (14/5/2026). Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, datang langsung untuk menjenguk para siswa yang menjadi korban ambruknya atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan.


Kehadiran tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini bukan sekadar formalitas pejabat. Ia datang untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik, sekaligus memberikan suntikan moral agar mental anak-anak tersebut tidak tumbang pascatragedi.


Di dalam ruang perawatan, Gus Yasin menghampiri dan menyapa para siswa satu per satu. Ia mengajak mereka berbincang santai, menyisipkan canda dan tawa untuk mencairkan suasana. 


Upaya trauma healing ini berhasil memancing rekah senyum di wajah para siswa yang sempat syok.“Masih berani sekolah to?” tanya Gus Yasin, kepada salah satu siswa korban.“Berani, Pak,” jawab Juna singkat, menunjukkan ketegaran seorang pelajar.



Insiden mencekam itu terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Ketika kegiatan belajar mengajar baru saja dimulai, atap ruang kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu tiba-tiba runtuh. 


Sebanyak tujuh siswa dan satu guru dilaporkan terluka akibat tertimpa material bangunan.Hingga Kamis (14/5/2026), lima siswa masih harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro. Sementara itu, satu siswa dirawat di RSI Amal Sehat, dan dua korban lainnya sudah diizinkan pulang ke rumah.


“Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik. Yang penting sekarang pemulihan traumanya, dan kami pastikan mereka tetap bisa sekolah lagi. Yang penting anak-anak tetap mau sekolah,” kata Gus Yasin, dikutip dari laman jatengprov.go.id.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Baznas juga langsung menyalurkan bantuan kepada para korban untuk meringankan beban keluarga.


Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif, mengenang kembali detik-detik menegangkan tersebut. Menurutnya, struktur atap roboh begitu cepat tanpa ada tanda-tanda kerusakan awal.“Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar,” ujarnya.


Saat peristiwa terjadi, ada 12 siswa dan seorang guru di dalam ruangan. Beruntung, posisi sebagian siswa berada di dekat tembok kokoh, sehingga mereka terhindar dari hantaman langsung reruntuhan material atap. 


Namun, dampak cedera bagi korban lainnya tetap tak terhindarkan. “Satu siswa yang dirawat di RSI Amal Sehat mengalami patah kaki, dan sudah menjalani operasi,” kata Mualif.


Kini, fokus utama pihak sekolah dan pemerintah adalah memastikan pemulihan fisik serta psikologis para siswa berjalan maksimal agar mereka dapat segera kembali ke bangku sekolah dengan aman. (*).