GROBOG JATENG, Grobogan - Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (1/5/2026) dini hari. Sebuah mobil Toyota Avanza tertabrak kereta api saat melintas di perlintasan sebidang, hingga mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 02.45 WIB di jalan umum Pulokulon-Sidorejo, tepatnya di perlintasan sebidang yang berada di Dusun Jetis, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon.
Kendaraan yang terlibat, yakni Toyota Avanza dengan nomor polisi H-1060-ZP yang membawa sembilan orang penumpang termasuk pengemudi.
Mobil tersebut dikemudikan oleh Kardi (50), warga Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon. Ia dilaporkan selamat namun mengalami luka dan menjalani perawatan jalan.
Sementara itu, penumpang di kursi depan kiri, Darwati (46), juga selamat dengan kondisi luka ringan dan mendapatkan perawatan medis.
Namun, kecelakaan ini menelan korban jiwa cukup besar. Empat orang penumpang dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dialami.
Korban meninggal dunia masing-masing adalah NDK (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51), dan seorang balita berusia 2 tahun, SBM.
Selain korban meninggal, beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka. Di antaranya VDA (10) yang mengalami luka serius dan dirawat di RSUD Purwodadi.
Korban lain, Indah Setiyawati (27), mengalami luka berat berupa patah tulang di beberapa bagian tubuh dan juga menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.
Dua penumpang lainnya, termasuk Jakinem (77), mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Disampaikan Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani, mobil Avanza melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sedang saat mendekati perlintasan kereta api tersebut.
Saat hendak melintas, tiba-tiba dari arah barat melaju Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
“Diduga pengemudi kurang berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, sehingga tidak menyadari datangnya kereta api,” ujar AKP Kumala Enggar Anjarani.
Benturan keras menyebabkan mobil terpental ke arah timur hingga terlempar ke area persawahan di sekitar lokasi kejadian.
“Akibat kejadian tersebut, empat orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi beragam,” imbuhnya.
Petugas dari Polsek Pulokulon bersama Unit Gakkum Polres Grobogan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi korban.
“Penanganan kasus ini selanjutnya dilakukan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Grobogan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap AKP Kumala Enggar Anjarani.
AKP Kumala Enggar Anjarani juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tersebut.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya para korban. Semoga almarhum dan almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ket
abahan, keikhlasan dan kekuatan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan lalu lintas, khususnya saat melintas di perlintasan kereta api.
“Utamakan keselamatan, berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, serta pastikan tidak ada kereta yang akan melintas. Disiplin berlalu lintas merupakan bagian dari upaya mewujudkan kamseltibcarlantas,” tandasnya. (*).

.jpg)