GROBOG JATENG,– Solidaritas tanpa batas ditunjukkan oleh insan pendidikan di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Menanggapi musibah kebakaran yang menimpa salah satu anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), kolaborasi lintas organisasi langsung bergerak cepat menyalurkan bantuan tahap awal dan membuka penggalangan dana kemanusiaan.
Aksi peduli ini dimotori oleh Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Toroh, Gerakan Pramuka Kwarran Toroh, PGRI Cabang Toroh, dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Toroh. Sebagai langkah cepat untuk meringankan beban korban, bantuan tahap pertama sebesar Rp2.500.000,- telah diserahkan secara langsung kepada keluarga yang berduka.
"Musibah kebakaran tersebut menimpa pasangan suami istri yang keduanya berprofesi sebagai pendidik, yaitu Bapak Teguh Ariyadi, S.Pd. (Guru SDN 2 Genengsari, Kecamatan Toroh) dan Ibu Dwi Handayani (Guru SDN 2 Sobo, Kecamatan Geyer)," ujar Hariyanto Humas Kwarcab Pramuka Grobogan.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa naas ini terjadi di kediaman mereka yang berlokasi di Desa Ngleses, RT 16 / RW 01, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali. Api berkobar sekira pukul 10.00 WIB saat rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal penghuninya menjalankan tugas mengajar.
Kebakaran diduga kuat dipicu oleh adanya korsleting atau arus pendek listrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. "Saat kejadian dia sedang mengajar," jelasnya.
Meski tidak memakan korban jiwa, amukan si jago merah menyapu bersih harta benda korban. Total estimasi kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Kerugian tersebut meliputi satu unit bangunan rumah beserta seluruh isinya yang ditaksir senilai Rp120 juta. Selain itu, satu unit mobil senilai Rp60 juta, kendaraan sepeda listrik, sepeda motor, serta dokumen-dokumen penting milik korban ikut hangus terbakar.
Menurutnya, guna membantu memulihkan kondisi moral maupun material keluarga korban, aksi penggalangan dana internal dan kepedulian sesama masih terus dibuka hingga tanggal 17 Agustus 2026.
Pihaknya berharap partisipasi, empati, dan uluran tangan dari segenap keluarga besar pendidikan di wilayah Kecamatan Toroh, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum untuk ikut meringankan beban Bapak Teguh Ariyadi dan keluarga. (AN).

.jpg)