Malam Lilin dan Janji Baru Pramuka Toroh Grobogan


 


 

Malam Lilin dan Janji Baru Pramuka Toroh Grobogan

Kamis, 13 Agustus 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Ruangan aula dan halaman Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Toroh, Grobogan, mendadak senyap pada Kamis malam (13/8/2026). Di bawah temaram cahaya lilin, puluhan pengurus dan anggota Kwartir Ranting (Kwarran) serta Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Gerakan Pramuka Toroh berdiri tegak. 

Mereka sedang melafalkan ulang Tri Satya-sebuah ikrar kesetiaan yang menandai malam renungan menjelang Hari Pramuka ke-65.

Acara sarasehan tahunan ini bukan sekadar seremoni pengikat kalender. Di tengah derasnya arus digital dan perubahan zaman, organisasi kepanduan ini sedang berupaya merawat relevansinya.

Ketua Mabiran Toroh, Indah Dwi Handayani, menyebut Pramuka harus tetap berfungsi sebagai kawah candradimuka yang melatih kemandirian serta benteng moral generasi muda. 

"Nilai kepramukaan harus menjadi benteng moral yang teguh di tengah dinamika zaman," kata Indah dalam pidatonya, Kamis malam.

Sebagai kepala wilayah, Indah menyodorkan tiga cetak biru strategis untuk pengembangan Pramuka di Toroh. Pertama, reposisi peran Dewan Kerja Ranting (DKR) sebagai ruang simulasi kepemimpinan riil bagi Pramuka Penegak dan Pandega. 

Kedua, tuntutan bagi para Pembina dan Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) untuk menerapkan prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha—memberikan keteladanan konkret, bukan sekadar instruksi.

Poin ketiga yang menjadi sorotan adalah orientasi program yang harus turun ke akar rumput. Doktrin "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan" diminta tidak berhenti sebagai slogan di atas kertas, melainkan mewujud dalam aksi lingkungan dan kemanusiaan yang langsung dirasakan warga Toroh.

Ritual ulang janji malam itu menjadi pembuka dari rangkaian acara yang lebih besar. Esok pagi, Jumat, 14 Agustus 2026, wilayah Toroh bersiap menggelar Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 secara serentak di 16 desa. (*).