GROBOG JATENG, Grobogan– Sebuah tragedi memilukan melanda Dusun Jeruk, Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan pada Selasa (11/8/2026) sore. Sebuah rumah kayu berukuran besar ludes dilahap si jago merah hingga mengakibatkan seorang lansia wanita, S (67), meninggal dunia akibat terjebak di dalam bangunan.
Sore itu, pemilik rumah bernama Paiman (70) sedang beraktivitas di area belakang rumah. Langkah kakinya seketika terhenti saat melihat kepulan asap tebal membubung dari salah satu kamar di bagian depan. Begitu dicek, Paiman mendapati tumpukan pakaian di dalam kamar tersebut sudah dikepung api. Panik melihat situasi tersebut, ia langsung berlari keluar untuk berteriak meminta pertolongan warga.
Mendengar teriakan Paiman, warga sekitar berbondong-bondong datang membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api. Sayangnya, kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bangunan rumah limasan berukuran 15 x 20 meter tersebut.
Konstruksi rumah yang didominasi material kayu membuat api sulit dikendalikan.
Di dalam rumah, sang istri, S, yang sedang terbaring sakit tidak mampu menyelamatkan diri dari kepungan api. Korban baru berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia setelah petugas dan warga berhasil menjinakkan api yang membakar dua bangunan tersebut. Amukan rasi api ini juga menyisakan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kebakaran hebat ini diduga kuat dipicu oleh puntung rokok yang masih menyala di atas tumpukan pakaian di kamar milik berinisial YM (44), anak Paiman. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa YM merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
"Berdasarkan keterangan bidan Desa Monggot dan Puskesmas Geyer I, YM (44) diketahui mengalami gangguan jiwa atau ODGJ," ujar Kapolsek Geyer AKP Daryanto.
Duka mendalam langsung menyelimuti lokasi kejadian. Pihak Kepolisian Sektor Geyer pun menyampaikan rasa simpati dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan akibat musibah mendadak ini.
"Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya korban. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ungkap AKP Daryanto.
Belajar dari insiden mematikan ini, kepolisian meminta seluruh lapisan masyarakat untuk lebih mawas diri dan menjaga keamanan lingkungan rumah dari segala potensi yang memicu kebakaran.
"Kami berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan rumah, terutama ketika terdapat benda mudah terbakar dan sumber api. Pencegahan harus dilakukan sebelum munculnya potensi bahaya," pungkasnya. (AN).

.jpg)