GROBOG JATENG, Grobogan- Kebakaran hebat melanda sebuah rumah milik Darso (49) di Dusun Sambirejo, Desa Putatnganten, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (19/9/2026) pagi.
Peristiwa nahas ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp150 juta, tetapi juga membuat dua penghuni rumah mengalami luka bakar.Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui sekitar pukul 06.15 WIB.
Pihak kepolisian menerima laporan sekitar pukul 06.30 WIB, dan personel Polsek Karangrayung langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.Insiden bermula ketika istri korban, Istiqomah (41), sedang memasak di dapur menggunakan kompor gas.
Di tengah aktivitasnya, ia meninggalkan dapur menuju toko di bagian depan rumah untuk melayani pembeli, sementara kompor dibiarkan dalam kondisi menyala. Pada saat yang sama, suaminya, Darso, sedang berada di rumah tetangga untuk membantu memasang tratak hajatan.Tidak berselang lama, Istiqomah dikejutkan oleh kepulan asap dari dalam rumah.
Saat bergegas kembali ke dapur, ia mendapati api sudah berkobar dari kompor tersebut. Istiqomah sempat berusaha memadamkan api menggunakan ember berisi air, namun upayanya gagal. Kobaran api justru makin membesar dan menyambar dinding rumah yang terbuat dari papan kayu, hingga menjalar mengenai kedua lengan dan wajahnya.
Dalam kondisi terluka, Istiqomah berteriak histeris meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Mendengar kabar rumahnya terbakar, Darso bergegas pulang dan nekat menerobos masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan barang-barang berharga.
Sayangnya, ia justru ikut tersambar api hingga mengalami luka bakar di bagian lengan tangannya. Lantaran material rumah didominasi kayu, kobaran api dengan cepat melalap seluruh bangunan beserta isinya.
Setelah situasi dapat dikendalikan, kedua korban langsung dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Gubug untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto dalam keterangannya menjelaskan, bahwa rumah yang terbakar berukuran sekitar 12 meter x 12 meter dengan struktur bangunan kayu dan atap genteng, yang menyebabkan api merambat sangat cepat.
"Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, sumber api diduga berasal dari kompor gas yang ditinggalkan dalam kondisi menyala saat korban sedang memasak," ujarnya.
Selain menghanguskan bangunan, amukan si jago merah juga menghancurkan aset-aset berharga milik korban. Di antaranya adalah empat unit sepeda motor—dengan rincian tiga unit habis terbakar dan satu unit rusak pada bagian cover lampu serta jok—satu unit sepeda angin, persediaan gabah atau padi, seluruh perabotan rumah tangga, hingga dokumen-dokumen penting.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di dapur agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan kompor atau sumber api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan. Apabila terjadi kebakaran, segera minta bantuan warga sekitar dan hubungi petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," pungkasnya. (AN/Red).

.jpg)