‎19 Usaha Pariwisata di Wonosobo Terima Sertifikat CHSE, Dorong Profesionalisme dan Pariwisata Berkelanjutan


 


 

‎19 Usaha Pariwisata di Wonosobo Terima Sertifikat CHSE, Dorong Profesionalisme dan Pariwisata Berkelanjutan

Selasa, 10 Februari 2026

‎GROBOG JATENG, Wonosobo Sebanyak 19 usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo resmi menerima Sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata yang bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan.

Sertifikat CHSE tersebut diberikan oleh Direktur Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP) Bhakti Mandiri Wisata Indonesia, Hairullah Ghazali, dan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, kepada 19 pelaku usaha pariwisata, pada Senin 9 Februari 2026 di Pendopo Belakang Kabupaten Wonosobo.
‎Sertifikasi CHSE ini dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing pelaku usaha pariwisata, sebagai wujud kesadaran, tanggung jawab dan komitmen dalam memenuhi standar pelayanan pariwisata nasional serta mewujudkan pariwisata yang aman, nyaman, berkualitas dan berkelanjutan.

‎Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menegaskan bahwa sertifikasi CHSE menjadi langkah penting dalam membangun pariwisata yang profesional dan berdaya saing.
‎Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak dapat dilepaskan dari peningkatan infrastruktur, penyelenggaraan event, serta kesiapan sumber daya manusia.
‎“Bicara pariwisata tidak bisa terlepas juga dari event. Setelah kita mendapatkan sertifikat ini, harapannya semua semakin profesional,” tegas Bupati.
‎Ia menekankan filosofi pelayanan pariwisata bahwa tamu dan wisatawan adalah raja.
‎“Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah yang baik, menyenangkan, dan ngangeni. Hari ini datang sendiri, besok membawa keluarga dan teman, lalu terus menceritakan pariwisata Wonosobo ke mana-mana,” ujarnya.
‎Lebih lanjut, Bupati berharap sektor pariwisata dapat memberikan nilai dan dampak nyata, tidak hanya bagi pengelola dan pengunjung, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat.
‎Ia juga mendorong agar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo menjadi rumah yang ramah bagi pelaku usaha serta menjadi entry point kemajuan pariwisata Wonosobo.
‎Ke depan, Bupati menyampaikan harapan agar Pemerintah Daerah dapat memberikan dukungan berupa subsidi sertifikasi bagi pelaku usaha pariwisata, guna mendorong lebih banyak usaha pariwisata untuk tersertifikasi CHSE.
‎Sementara itu, Hairullah Ghazali Direktur LSU Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia menjelaskan bahwa proses sertifikasi pada dasarnya tidak sulit, namun membutuhkan komitmen tinggi dari pelaku usaha.
‎“Sertifikasi itu mudah, yang sulit adalah komitmennya. SOP harus tertulis dan dijalankan, tidak hanya ada di kepala,” jelasnya.
‎Ia menambahkan bahwa aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan menjadi fokus utama dalam sertifikasi CHSE, termasuk penerapan standar ISO yang merupakan standar internasional terbaik di bidang keselamatan dan keamanan.
‎Sertifikat CHSE berlaku selama tiga tahun dan akan dilakukan surveilans setiap tahun sebagai bagian dari pembangunan kepariwisataan berkelanjutan. Pelaku usaha juga diperbolehkan menggunakan logo SNI sesuai dengan mekanisme dan surat izin penggunaan logo.
‎Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa sertifikasi CHSE menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas usaha pariwisata dan layanan pariwisata di Wonosobo, sekaligus menunjukkan keseriusan pelaku usaha dalam memenuhi standar pelayanan.
‎Dalam kesempatan yang sama, perwakilan pelaku usaha pariwisata, Nurholis, menyampaikan berbagai masukan dari wisatawan, serta menyoroti masih adanya pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami SOP standar pelayanan pariwisata.
‎Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo, Aziz Nuri Haryono, menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata, termasuk pelaksanaan sertifikasi CHSE secara mandiri oleh pelaku usaha.
‎Adapun 19 Usaha Pariwisata Penerima Sertifikat CHSE adalah sebagai berikut:
‎1. Latar Sidojoyo – Pagerkukuh, Wonosobo
‎2. Joglo Nawasena Resto and Cafe – Kalierang, Selomerto
‎3. Tambi Tea Resort – Tambi, Kejajar
‎4. Wisata Alam Kebun Teh Sikatok – Sigedang, Kejajar
‎5. Mizumi Onsen – Tlogo, Garung
‎6. The Heaven Glamping – Tlogo, Garung
‎7. The Heaven Resto – Tlogo, Garung
‎8. Kahyangan Skyline – Tlogo, Garung
‎9. Kebun Teh Panama – Tlogo, Garung
‎10. Resort & Villa Pintu Langit – Tieng, Kejajar
‎11. Homestay Banteng Adventure – Patakbanteng, Kejajar
‎12. Hotel Charaka Grande – Dieng, Kejajar
‎13. My Moments Café – Wonosari, Wonosobo
‎14. Dewani View Resto & Cafe – Sudungdewo, Kertek
‎15. Damar Valley – Damarkasiyan, Kertek
‎16. The Moby Park – Damarkasiyan, Kertek
‎17. Hotel Dafam – Kalianget, Wonosobo
‎18. CV Yuasa Food – Krasak, Mojotengah
‎19. Batik Prupuk – Kalibeber, Mojotengah

Sebagai tambahan informasi, sertifikasi CHSE ini dilakukan paska digelarnya sosialisasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bersama Kementerian Pariwisata RI di Hotel Eagle pada 19 November 2025 lalu.

Apa itu CHSE? CHSE adalah akronim dari Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability yakni standar yang diterapkan di industri pariwisata untuk memastikan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan dalam operasional usaha wisata. Sertifikasi ini dibuat sebagai bentuk jaminan bagi wisatawan bahwa layanan pariwisata mematuhi protokol yang baik serta ramah lingkungan.

Adapun Manfaat Sertifikasi CHSE diantaranya:
-Meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi/usaha wisata.
-Menjadi bukti komitmen pada protokol kesehatan dan keselamatan.
-Mempermudah usaha pariwisata untuk bersaing dan menarik lebih banyak pengunjung.
-Mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Dengan diterbitkannya Sertifikat CHSE kepada 19 usaha pariwisata, diharapkan kualitas pariwisata di Kabupaten Wonosobo semakin meningkat, aman, dan berkelanjutan, serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan. Ke depan, diharapkan semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang terdorong untuk mengikuti proses sertifikasi CHSE. (Dimas/Red).