Gugah Kepedulian dan Integritas ASN, Sumarno Kukuhkan Pengurus Korpri Jateng


 


 

Gugah Kepedulian dan Integritas ASN, Sumarno Kukuhkan Pengurus Korpri Jateng

Sabtu, 14 Februari 2026


GROBOG JATENG, Semarang Suasana khidmat menyelimuti Grhadika Bhakti Praja pada ), saat Dewan Pengurus (DP) Korpri Unit Provinsi Jawa Tengah resmi dikukuhkan. 

Momen ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi panggung penguatan komitmen kemanusiaan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, dalam arahannya menekankan pentingnya jiwa korsa yang dibarengi dengan kepedulian sosial yang nyata. Ia mengapresiasi langkah konkret DP Korpri Unit Jateng yang selama ini aktif terjun membantu penanganan bencana, baik di wilayah domestik maupun nasional, seperti di Sumatera dan dampak erupsi Semeru di Lumajang.

“Kami juga terima kasih pada teman-teman semua, karena DP Korpri Jawa Tengah bisa berperan untuk penanganan-penanganan bencana di Jawa Tengah, dan juga bencana di luar Jawa Tengah,” ujar Sumarno saat memberikan keterangan kepada media, pada Jumat (13/2/2026), dilansir dari website resmi Jatengprov.go.id.

Lebih dari sekadar aksi sosial, Sumarno menuntut Korpri sebagai wadah tunggal ASN untuk terus bertransformasi menjadi organisasi yang menjunjung tinggi profesionalisme.

“Yang utama adalah bagaimana kita meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan menyampaikan amanah,” tegasnya.
Menariknya, Sumarno memberikan analogi spiritual yang mendalam dengan mengaitkan integritas terhadap momentum Ramadan. Ia mencontohkan kejujuran personal seorang muslim saat berwudu sebagai cerminan tertinggi dari integritas.

“Kumur saja berulang kali karena takut ada air yang tertelan dan membatalkan puasa. Padahal itu air yang bersih, suci, halal, air yang toyyiban,” ungkapnya.

Menggambarkan betapa hati-hatinya seseorang menjaga hal yang murni.
Filosofi wudu tersebut, menurut Sekda, seharusnya menjadi napas utama ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari. Jika prinsip tersebut dipegang teguh, maka setiap pegawai akan memiliki benteng moral yang kuat untuk tidak menyentuh apa pun yang bukan menjadi hak mereka.

“Yang menjadi korelasinya adalah kita harus lebih berintegritas, tidak mengambil hak-hak yang bukan hak kita,” pungkas Sumarno menutup pesannya. (*).