GROBOG JATENG, Demak — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) sukses menyelenggarakan "Gebyar Expo KKN UPGRIS: Gema Syiar Anak Negeri" di Kecamatan Mranggen, Sabtu (14/2/2026). Bertempat di Gedung Pamer Mranggen, kegiatan ini menjadi ajang unjuk kabisa sekaligus puncak rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan UPGRIS, di antaranya Wakil Rektor IV Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., M.Pd., Ketua LPPM Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., serta Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat KKN, Arisul Ulumuddin, S.Pd., M.Pd. Hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Joko Sulianto, M.Pd., yang mendampingi program kerja mahasiswa di lapangan.
Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Mranggen, Wuryan Sitaresmi, S.Sos., M.M., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para mahasiswa. Ia menilai expo ini mampu menghadirkan kegiatan produktif yang menyentuh aspek religius sekaligus ekonomi.
"Expo di Gedung Pamer ini merupakan wujud nyata kolaborasi perguruan tinggi dan desa. Selain memperkuat nilai religi melalui lomba-lomba, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi warga melalui bazar UMKM," ujar Wuryan.
Senada, Kepala Desa Mranggen Bapak Abdul Cholis dan Kepala Desa Bandungrejo Ibu Sri Hartini yang turut hadir, mengapresiasi inovasi mahasiswa dalam mempromosikan potensi lokal desa masing-masing. Lomba Religi hingga Bazar UMKM Kemeriahan expo diawali dengan atraksi drumband dan tari zapin.
Fokus utama kegiatan adalah penguatan nilai spiritual melalui lomba azan yang diikuti 18 peserta dan lomba tartil Al-Qur’an dengan 22 peserta. Kualitas perlombaan pun terjaga dengan kehadiran dewan juri yang kompeten, yakni H. Saifuddin dan Indra Tri Saputra.
Tak hanya soal religi, setiap kelompok KKN memamerkan produk unggulan desa melalui bazar UMKM, mulai dari produk kerajinan (craft) hingga kuliner lokal. Di setiap stand, pengunjung bisa melihat paparan program kerja seperti pendampingan kesehatan, edukasi literasi, hingga inovasi ekonomi kreatif berbasis desa.
Ketua Panitia Expo, Hanun Ravi Putra Wardana, menjelaskan bahwa tema "Gema Syiar Anak Negeri" dipilih untuk menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga pembangunan mental-spiritual masyarakat.
"Kami ingin masyarakat merasakan manfaat nyata dari kehadiran kami. Melalui expo di Gedung Pamer ini, kami berupaya memberikan dampak berkelanjutan, baik secara edukatif maupun ekonomi bagi warga," tutur Hanun.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi kuis interaktif seputar tajwid dan pengumuman pemenang lomba. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPGRIS menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai religius, budaya, dan kemandirian ekonomi. (*).

.jpg)