Panjat Tebing Berkebaya, Aksi Atlet Gopala Jepara Curi Perhatian di Hari Kartini


 


 

Panjat Tebing Berkebaya, Aksi Atlet Gopala Jepara Curi Perhatian di Hari Kartini

Rabu, 22 April 2026


GROBOG JATENG, JeparaBalutan kebaya tidak menghalangi atlet Gopala Jepara menaklukkan dinding panjat dalam peringatan Hari Kartini 2026. Aksi tersebut sekaligus memeriahkan HUT ke-38 Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang digelar di arena panjat tebing Batealit Sport Center, Jepara, itu menampilkan atlet perempuan memanjat dengan mengenakan kebaya. Perpaduan budaya dan olahraga penuh adrenalin tersebut pun sukses mencuri perhatian.

Atlet Gopala Jepara, Salsa Adelia, mengatakan kegiatan ini menjadi wujud semangat Kartini dalam dunia olahraga. Menurutnya, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan menunjukkan kemampuan di berbagai bidang, termasuk cabang olahraga panjat tebing. “Dengan semangat Kartini, kita berani bermimpi,” kata dia. Dilansir dari website resmi jepara.go.id.

Atlet lainnya, Zahira Syamsa Sabatia, menyebut pengalaman tersebut memberi makna tersendiri. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan peran perempuan. “Kami dapat menghayati beratnya perjuangan Kartini,” ungkapnya.

 Pelatih kepala Gopala Jepara Abdul Kholiq mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan atlet sekaligus peringatan Hari Kartini dengan pendekatan berbeda. Ia mencatat, klubnya saat ini menaungi 37 atlet yang aktif berlatih dan berkompetisi. “Mereka rutin mengikuti berbagai kejuaraan tingkat daerah hingga nasional,” ujarnya. 

Kholiq menambahkan, Gopala Jepara meraih satu medali emas, dua perak, dan enam perunggu pada babak kualifikasi Porprov. Ia juga menyebut Sholikhin, yang berasal dari klub tersebut, kini terlibat dalam tim pelatnas. Dalam waktu dekat, lanjutnya, para atlet dijadwalkan mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP dan SMA. 

Persiapan terus dilakukan untuk menghadapi ajang tersebut. Abdul Kholiq bersama asisten pelatih Wawan Riswandi dan M. Iqbal Arzaqin, terus mendorong perkembangan atlet. “Jangan takut bermimpi, semua punya hak untuk berprestasi,” tuturnya. 

Camat Batealit, Yenny Diah Sulistiyani, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan pemerintah kecamatan berkomitmen memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, menyalurkan potensi, serta meraih prestasi di berbagai bidang. (Hms/Ida).