GROBOG JATENG, Grobogan – Suasana haru menyelimuti pemberangkatan jemaah haji kloter 29 Kabupaten Grobogan yang digelar di Pendopo Kabupaten Grobogan, Kamis (30/4/2026). Isak tangis keluarga pecah saat melepas para calon tamu Allah yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Acara pemberangkatan secara resmi dibuka oleh Bupati Grobogan, Setyo Hadi. Dalam sambutannya, ia mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan, kedisiplinan, dan mematuhi aturan selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Kesempatan ini adalah panggilan mulia. Semoga bapak ibu diberikan kesehatan, kemudahan, dapat melaksanakan rukun ibadah haji yang sebaik-baiknya. Kemudian pulang kembali ke kampung halaman dengan predikat haji mabrur,” ujar Setyo Hadi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Grobogan, Ali Muhtarom, menyampaikan bahwa jemaah yang diberangkatkan pada hari ini merupakan kloter 29 dengan total sebanyak 171 Jemaah.
Ia menjelaskan, pada musim haji tahun 2026, Kabupaten Grobogan memberangkatkan jemaah dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 29, kloter 30, kloter 31, dan kloter 32, yang seluruhnya dijadwalkan berangkat secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Dapat kami sampaikan bahwasanya untuk tahun 2026 ini Kabupaten Grobogan terdiri dari empat kloter, yaitu kloter 29 sebanyak 171 jemaah, kloter 30 154 jemaah, kloter 31 254, kemudian yang kloter 32 sejumlah 151 jemaah,” bebernya.
Ia menambahkan, setibanya di Donohudan, para jemaah akan menjalani pemeriksaan tahap ketiga yang merupakan pemeriksaan terakhir untuk memastikan kondisi kesehatan dan kelayakan terbang, sehingga dapat ditentukan apakah jemaah haji dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci atau tidak.
"Sampai di Donohudan, jemaah akan dilaksanakan pemeriksaan tahap ketiga, pemeriksaan terakhir untuk memastikan jemaah haji ini akan tetap bisa lanjut terbang atau tidak nanti ditentukan pada pemeriksaan tahap ketiga yang dilaksanakan di asrama haji Donohudan,"imbuhnya.
Prosesi berlangsung khidmat diawali doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan secara simbolis. Tangis haru keluarga yang mengantar menjadi pemandangan yang tak terpisahkan, mengiringi keberangkatan para jemaah menuju embarkasi sebelum bertolak ke Tanah Suci. (Ida/AN/Red).

.jpg)