Ahmad Luthfi Dorong Kreativitas Warga Jateng: Ekraf Harus Jadi Mesin Uang dan Solusi Pengangguran!


 


 

Ahmad Luthfi Dorong Kreativitas Warga Jateng: Ekraf Harus Jadi Mesin Uang dan Solusi Pengangguran!

Senin, 11 Mei 2026


GROBOG JATENG, Semarang Sektor ekonomi kreatif di Jawa Tengah diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam pembukaan lapangan kerja. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) agar mampu menjawab tantangan ekonomi global yang dinamis.Harapan tersebut disampaikan Luthfi dalam acara Peluncuran Gekrafs Peduli yang diinisiasi oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Tengah di Ibis Styles Hotel Semarang, Sabtu (9/5/2026).

Ia menilai potensi ekonomi kreatif sangat inklusif karena bisa digeluti oleh berbagai kalangan.“Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh kembang untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ini tidak hanya dimiliki oleh anak muda, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Luthfi. Dilansir dari jatengprov.go.id.


Lebih lanjut, Luthfi memaparkan bahwa status Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi tujuan investasi utama harus dibarengi dengan penguatan ekosistem ekraf. Apalagi, situasi geopolitik dunia saat ini memberikan dampak nyata terhadap sektor perbankan dan dunia usaha di daerah, sehingga menuntut adanya strategi baru.“Karena itu, para wirausaha dan pelaku ekonomi kreatif di tempat kita harus mampu mencari terobosan baru. Kreativitas anak muda harus kita tonjolkan agar bisa tetap eksis,” tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur turut memberikan apresiasi kepada Gekrafs Jawa Tengah atas peluncuran program Gekrafs Peduli. Menurutnya, aspek kepedulian sosial harus berjalan beriringan dengan semangat mencari keuntungan dalam berwirausaha.

Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, menjelaskan bahwa hadirnya Gekrafs Peduli merupakan bentuk keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kepekaan sosial.“Gekrafs itu bukan hanya kreativitas, tidak hanya untuk mencari keuntungan atau segi ekonomi, tapi kita juga bisa menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang ada di diri kita,” kata Berty.


Program sosial ini dipastikan tidak hanya menjadi agenda seremonial belaka. Gekrafs Jawa Tengah berencana menjalankan aksi ini secara rutin setiap bulan dengan jangkauan wilayah yang lebih luas, meliputi Solo, Demak, Kendal, hingga daerah lain yang membutuhkan bantuan.


Untuk memaksimalkan gerakan tersebut, Gekrafs membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, mulai dari Baznas, Dinas Sosial, hingga sektor swasta. Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Gekrafs Laja Lapian, serta diisi dengan santunan anak yatim dan tausiah dari Ustadz Muhammad Assad. (*).