Servis STB, Seorang Teknisi di Purwodadi Tewas Tersengat Listrik


 


 

Servis STB, Seorang Teknisi di Purwodadi Tewas Tersengat Listrik

Selasa, 12 Mei 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Peristiwa tragis menimpa seorang teknisi elektronik di Dusun Nunggalan, Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Pria berinisial S (53) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa (12/5/2026), diduga kuat akibat tersengat aliran listrik saat sedang memperbaiki perangkat Set Top Box (STB).

Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Purwodadi bersama Tim Inafis Polres Grobogan langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto mengonfirmasi tindakan cepat personelnya tersebut.

“Begitu menerima laporan dari warga, anggota langsung kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan TKP bersama Tim Inafis Polres Grobogan,” ujar AKP Siswanto.

Insiden memilukan ini pertama kali diketahui oleh Sulastri (43), tetangga korban. Sekitar pukul 06.00 WIB, saat saksi sedang bersiap berjualan bakso, ia mendengar teriakan keras dari arah rumah korban.

Curiga dengan suara tersebut, Sulastri bergegas menuju sumber suara. Di sana, ia mendapati korban sudah dalam posisi terlentang dengan kondisi mulut mengeluarkan darah. Ironisnya, tangan kanan korban masih menggenggam kabel STB yang diduga kuat masih terhubung ke stop kontak.

Warga yang mendengar teriakan minta tolong saksi segera berdatangan dan melaporkan kejadian ini ke perangkat desa serta pihak kepolisian.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan perangkat STB dalam kondisi terbuka dan beberapa komponennya sudah berkarat. Petugas juga mendapati kabel stop kontak masih tertancap pada sumber listrik.

“Korban diduga tersengat arus listrik saat memperbaiki perangkat elektronik. Dugaan sementara, tangan korban menyentuh bagian kabel yang terkelupas saat kabel hendak ditancapkan ke stop kontak,” jelas Kapolsek Purwodadi.

Berdasarkan pemeriksaan visum luar oleh bidan desa, ditemukan luka lecet pada dada serta perubahan warna kebiruan pada jari tangan korban. Polisi menegaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh S. 

“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Dari kondisi TKP dan keterangan saksi, peristiwa ini mengarah pada kecelakaan akibat sengatan listrik,” ungkap AKP Siswanto.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah pun telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Menanggapi musibah ini, AKP Siswanto menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya sekaligus memberikan peringatan bagi warga lainnya.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keamanan instalasi listrik dan menggunakan peralatan yang layak saat melakukan perbaikan elektronik agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (GJ/Red).