Warga Tinanding Grobogan, Dapat Kejutan Sapi Jumbo Pascaditerjang Banjir Tanggul Jebol


 


 

Warga Tinanding Grobogan, Dapat Kejutan Sapi Jumbo Pascaditerjang Banjir Tanggul Jebol

Kamis, 28 Mei 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti warga Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan pada Rabu (27/5/2026). Di tengah upaya bangkit dari duka akibat musibah banjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang beberapa waktu lalu, warga mendapat kepedulian langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, hadir langsung di tengah masyarakat untuk menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi jantan seberat 1,1 ton. Tidak hanya itu, sebagai bentuk bantalan sosial pascabencana, Sekda Jateng juga mendistribusikan 100 paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

Sumarno menjelaskan bahwa pemilihan Desa Tinanding sebagai titik fokus penyaluran bantuan tingkat provinsi ini bukan tanpa alasan. Melalui proses asesmen mendalam bersama pemerintah daerah setempat, desa ini dinilai paling prioritas karena kondisi masyarakatnya yang sedang berjuang memulihkan perekonomian dan psikologis mereka pascabencana.

“Setelah diasesmen teman-teman di Grobogan, akhirnya diputuskan di Desa Tinanding. Mudah-mudahan ini menjadi penghibur bagi saudara-saudara kita yang kemarin terdampak bencana,” ujar sekda, dikutip dari media jatengprov.


Bagi Sumarno, momentum Iduladha kali ini harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat solidaritas sosial. Beliau menekankan bahwa esensi kurban tidak boleh berhenti pada ritual ibadah semata, melainkan harus diimplementasikan dalam aksi nyata membantu sesama yang sedang tertimpa kemalangan.

“Hari Raya Iduladha maknanya adalah, bagaimana kita mengambil ibrah (pelajaran) tentang pengorbanan. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus peduli terhadap sesama, dan itu bagian dari semangat berkorban,” katanya.


Kehadiran bantuan ini mendatangkan kebahagiaan luar biasa bagi warga setempat. Takmir Masjid Roudlotul Jannah, Subakir, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam karena berkat sapi kurban jumbo tersebut, alokasi daging kurban dipastikan dapat menjangkau seluruh warga desa yang terdampak. Rencananya, daging tersebut akan didistribusikan merata kepada 730 kepala keluarga.


“Mudah-mudahan setelah ini Desa Tinanding dijauhkan dari banjir,” harap Subakir. Selain bersyukur atas bantuan pangan, ia juga menitipkan harapan besar kepada pemerintah agar segera melakukan penguatan permanen pada tanggul Sungai Tuntang guna mengantisipasi banjir susulan di masa mendatang.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga memastikan aspek keamanan pangan dan kesehatan hewan kurban yang beredar di masyarakat berada dalam kondisi prima. Kepala Bidang Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Budi Astyantoro, menegaskan bahwa pengawasan ketat sedang berjalan masif di seluruh lini.


Langkah preventif ini sangat krusial mengingat proyeksi pemotongan hewan kurban di Jawa Tengah tahun ini melonjak tajam, mencakup sekitar 130 ribu ekor sapi, 130 ribu ekor domba, 300 ribu ekor kambing, dan 3 ribu ekor kerbau.Untuk membentengi wilayah, pemerintah provinsi berkolaborasi dengan dinas di tingkat kabupaten/kota memperketat pengawasan lalu lintas ternak di pos-pos perbatasan yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY. 

Langkah ini diambil guna memotong rantai potensi penyebaran penyakit hewan menular.“Kami melakukan pengecekan di lapak-lapak dan pedagang hewan kurban, untuk memastikan hewan yang dijual sehat, aman, dan layak dipotong. Saat pemotongan nanti, kami juga melakukan pendampingan, agar daging yang dibagikan aman dikonsumsi masyarakat,” beber Budi. (GJ/Red).