Dieng Nyaris 0 Derajat! Fenomena Bediding Bikin Wisatawan Membludak, Berani Kesini?


 


 

Dieng Nyaris 0 Derajat! Fenomena Bediding Bikin Wisatawan Membludak, Berani Kesini?

Jumat, 12 Juni 2026

GROBOG JATENG, Wonosobo Fenomena suhu dingin ekstrem atau musim bediding di Dataran Tinggi Dieng sukses mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Wonosobo dalam beberapa pekan terakhir.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, M. Kristijadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekapitulasi penjualan tiket UPTD Pengelolaan Obyek Wisata pada awal Mei hingga awal Juni 2026, terjadi lonjakan wisatawan yang sangat signifikan.

"Fenomena suhu dingin ekstrem ini justru memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata daerah," ujar Kristijadi, Kamis (11/6/2026).

Peningkatan kunjungan tersebut paling mendominasi pada akhir pekan. Para pelancong sengaja datang demi berburu momen matahari terbit (golden sunrise) serta menyaksikan langsung fenomena unik embun es yang menjadi daya tarik musiman di Dieng.

“Berdasarkan pemantauan dan data kunjungan yang kami terima, musim bediding tahun ini memberikan pengaruh positif terhadap minat wisatawan untuk berkunjung ke Dieng. Banyak wisatawan yang secara khusus datang untuk merasakan suhu dingin khas Dieng, menikmati panorama alam, serta melakukan pendakian ke Sikunir dan Gunung Prau yang terkenal dengan keindahan matahari terbitnya,” ungkap Kristijadi.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik kunjungan pada awal Juni berbeda dengan awal Mei. Jika lonjakan wisatawan pada bulan Mei dipicu oleh momentum libur nasional dan cuti bersama yang mencapai 2.000 hingga 2.500 tiket per hari, maka pada bulan Juni peningkatan kunjungan berlangsung lebih stabil dan konsisten setiap akhir pekan.
Data akhir pekan awal Juni mencatat kunjungan mampu mencapai sekitar 1.620 tiket per hari, yang membuktikan bahwa faktor cuaca dan fenomena alam musiman menjadi motivasi utama wisatawan. Menurut Kristijadi, kondisi ini mengindikasikan bahwa wisata alam berbasis pengalaman (experience tourism) semakin diminati karena daya tarik fenomena langka tersebut sukses mendorong masyarakat berlibur ke Wonosobo.

“Fenomena embun es dan suhu dingin ekstrem merupakan daya tarik yang unik dan tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, momentum ini perlu dikelola dengan baik melalui penyediaan informasi yang akurat, peningkatan pelayanan wisata, serta penguatan promosi destinasi,” tambahnya.

Meningkatnya kunjungan di tengah cuaca ekstrem membuat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo mengimbau seluruh pelaku usaha wisata, pengelola homestay, dan jalur pendakian untuk memperketat penerapan SOP keselamatan. Langkah ini wajib dilakukan guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan yang datang.

“Momentum meningkatnya kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan kesiapan pengelola destinasi dan pelaku usaha pariwisata dalam menerapkan SOP serta standar pelayanan yang baik. Mulai dari penyediaan informasi kondisi cuaca, kesiapsiagaan petugas, fasilitas keselamatan, hingga penanganan keadaan darurat harus dipastikan berjalan optimal,” ujar Kristijadi.

Ia juga mengingatkan wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Dieng maupun melakukan aktivitas pendakian agar mempersiapkan diri dengan baik mengingat suhu udara pada malam hingga dini hari dapat mencapai titik yang cukup rendah. Wisatawan disarankan menggunakan pakaian hangat berlapis, menjaga kondisi fisik, mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup, serta membawa perlengkapan dan obat-obatan pribadi sesuai kebutuhan.

Pihaknya juga berharap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan sektor usaha pariwisata, mulai dari perhotelan, homestay, kuliner, transportasi wisata, hingga pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Musim bediding yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Wonosobo untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah, khususnya wisata alam pegunungan dan wisata berbasis pengalaman yang semakin diminati wisatawan nusantara maupun mancanegara. (Dimas/Ida/Red).