Gowes Bukan Sembarang Gowes! Event di Jateng Ini Sukses Sulap Jalur Sejarah Jadi Ladang Cuan Wisata


 


 

Gowes Bukan Sembarang Gowes! Event di Jateng Ini Sukses Sulap Jalur Sejarah Jadi Ladang Cuan Wisata

Minggu, 21 Juni 2026

GROBOG JATENG, Semarang -Semarang menjadi saksi bisu sebuah perjalanan penuh makna. Puluhan pesepeda berkumpul di Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (20/6/2026) pagi.
Mereka bersiap mengikuti ajang Jasirah Heritage Cycling 2026 untuk menyusuri sejarah dan keindahan wisata Jawa Tengah.

Acara olahraga berbalut wisata ini menempuh rute panjang penuh sejarah. Para peserta bersepeda dari Kota Semarang menuju Kawasan Borobudur di Kabupaten Magelang. Jalur yang dilewati meliputi Kota Lama Semarang, Lawang Sewu, Benteng Willem II Ungaran, Benteng Fort Willem I Ambarawa, Museum KAI Ambarawa, Museum Diponegoro, Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Borobudur. Berikut adalah poin-poin penting dan pernyataan resmi dari pelaksanaan acara tersebut

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, melepas langsung para peserta dan ikut bersepeda hingga Ambarawa. Beliau sangat mengapresiasi kerja sama yang baik dengan Bank Indonesia.

“Terima kasih kepada teman-teman BI yang selalu konsisten membantu dan berkolaborasi dengan program-program yang ada di Jawa Tengah. Salah satunya kegiatan hari ini, yang mendukung pengembangan spot tourism (pariwisata olahraga),” ujar Sumarno, kepada awak media.

Sumarno menilai pariwisata sangat penting untuk menggerakkan ekonomi warga lokal melalui kedatangan turis.“Pertumbuhan ekonomi kita banyak ditopang sektor konsumsi, sehingga mendatangkan masyarakat dari luar Jawa Tengah menjadi penting, dan salah satunya melalui pariwisata,” kata sekda.

Kepala KPw BI Provinsi Jateng, Mohamad Noor Nugroho, menjelaskan bahwa acara sepeda ini dibuat dengan konsep unik untuk menarik minat masyarakat terhadap tempat bersejarah.“Kali ini kita bersepeda untuk melewati beberapa tempat wisata bersejarah. Makanya, tahun ini kita menamakannya Jasirah Heritage Cycling,” jelasnya.

Kegiatan ini juga bertujuan utama untuk membantu meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM di sekitar tempat wisata.

“Harapannya ini memberi manfaat buat masyarakat sekitar untuk mengembangkan perekonomian daerah, UMKM, dan ekonomi secara keseluruhan,” katanya.

Mohamad Noor menambahkan bahwa Jasirah bukan sekadar nama acara, melainkan sebuah sistem digital untuk mengenalkan wisata Jawa Tengah ke dunia luar.

“Ini platform digital yang kita bangun bersama untuk mempromosikan wisata sejarah yang ada di Jawa Tengah. Dari mana pun bisa mengakses dan mengetahui tempat-tempat wisata tersebut,” ujarnya.

Setelah acara bersepeda selesai, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan pelatihan mengelola media sosial bagi pegawai pemerintah daerah. Pelatihan ini bertujuan agar promosi wisata dan ekonomi digital Jawa Tengah semakin kuat di masa depan. (*).