GROBOG JATENG, Grobogan - Seorang remaja berkebutuhan khusus, ESW (16), warga Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi Bendungan Dumpil pada Senin (15/6/2026) pagi. Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Ngaringan IPTU Andry Fajar Irianto membenarkan penemuan jasad korban tersebut.
Sebelumnya, korban diketahui tidak berada di rumah sejak Minggu (14/6/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian hingga malam hari, namun korban baru berhasil ditemukan keesokan harinya dalam kondisi tak bernyawa.
“Setelah mengetahui korban tidak ada di rumah, pihak keluarga bersama warga berupaya melakukan pencarian di sekitar lingkungan tempat tinggal, termasuk area saluran irigasi Bendungan Dumpil,” ujar Kapolsek Ngaringan.
Upaya pencarian korban dilakukan sejak Minggu malam hingga sekitar pukul 20.00 WIB dengan menyisir lokasi sekitar dan mengumumkannya melalui pengeras suara masjid serta musala desa setempat. Karena pencarian malam itu belum membuahkan hasil, pihak keluarga dan warga memutuskan untuk melanjutkan pencarian kembali pada Senin pagi.
Sekitar pukul 06.00 WIB, warga melihat sesosok tubuh mengapung tertelungkup di saluran irigasi Bendungan Dumpil. Setelah didekati dan dipastikan bahwa jasad tersebut adalah korban yang hilang, warga langsung mengevakuasinya ke rumah duka, lalu melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa untuk diteruskan ke Polsek Ngaringan.
Mendapat laporan itu, petugas Polsek Ngaringan bersama Unit Identifikasi Polres Grobogan dan tim medis Puskesmas Ngaringan segera mendatangi lokasi untuk olah TKP dan pemeriksaan. Hasilnya diketahui titik penemuan berada di area pintu pembuangan irigasi yang berjarak sekitar 400 meter dari rumah korban, serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab meninggal dunia diduga akibat tenggelam,” kata IPTU Andry Fajar Irianto.
Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Kapolsek Ngaringan juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus maupun anak-anak yang memerlukan pengawasan ekstra, agar meningkatkan perhatian dan pengawasan saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga, terutama anak-anak dan anak berkebutuhan khusus. Pastikan mereka tidak bermain atau beraktivitas sendirian di sekitar sungai, saluran irigasi, embung maupun lokasi perairan lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tandas IPTU Andry Fajar Irianto. (Ida/AN/Red).

.jpg)