Rawat Tradisi di Tanah Rantau, Paguyuban Jateng Sukses Gelar Gebyar Harmoni Budaya


 


 

Rawat Tradisi di Tanah Rantau, Paguyuban Jateng Sukses Gelar Gebyar Harmoni Budaya

Minggu, 21 Juni 2026

GROBOG JATENG, Jakarta- Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, bergaung dengan suara gamelan dan sorak penonton pada Jumat (19/6/2026) malam. Paguyuban Jawa Tengah sukses menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya sebagai wadah kumpul para perantau. 

Acara ini memadukan dua tradisi besar melalui pertunjukan wayang kulit gaya Betawi oleh dalang Ki Sukadana dan gaya Jawa oleh dalang KRA Ki Gunarto Gunotalijendro. 

Tidak hanya wayang, penonton juga dihibur dengan pentas teater kolaborasi yang memukau.Suasana semakin ramai dengan kehadiran Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang datang untuk memberi semangat kepada warganya di Jabodetabek. 

Sejumlah tokoh penting juga tampak hadir di kursi undangan. Di antaranya adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos), Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattiri, serta Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Ahmed Abdulla AlHajeri.

Bagi Ahmad Luthfi, acara ini membuktikan bahwa warga Jawa Tengah sangat hebat dalam beradaptasi di perantauan tanpa melupakan budaya asli mereka. 

Pihaknya menyampaikan pesan mendalam bagi para perantau yang hadir malam itu. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat di perantauan telah membanggakan bagi Jawa Tengah, ikut membangun wilayah ia tinggal sekarang, namun tetap ingat tanah leluhur,” katanya, dikutip dari media.

Luthfi juga membagikan kabar baik bahwa pembangunan di Jawa Tengah kini maju pesat. Provinsi tersebut tengah menjadi pusat perhatian bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, Leles Sudarmanto, menjelaskan alasan kuat di balik pemilihan wayang kulit. Wayang merupakan warisan berharga milik Indonesia yang wajib dijaga oleh generasi muda, khususnya warga Jawa dan Betawi. Kolaborasi ini diharapkan bisa mempererat persatuan bangsa.

“Harmoni Budaya ini adalah kolaborasi seni budaya, antara wong Jawa dan Betawi. Maka dari itu kita terus upayakan, karena Gubernur DKI Jakarta bersama Gubernur Jawa Tengah juga kolaborasi. Hal-hal seperti ini penting sekali, Republik Indonesia ini perlu kolaborasi untuk menyamakan persepsi melalui budaya,” katanya. (*).