GROBOG JATENG, Semarang– Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, gelaran tahunan Jateng Fair 2026 resmi dibuka di kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Tawangmas, Semarang. Acara yang mengusung tema Action for Transformation ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai dari 26 Juni hingga 5 Juli 2026.
Dalam sambutan pembukaannya pada Jumat (26/6/2026), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan rasa bangganya terhadap pameran ini. Ia berharap ajang ini mampu menjadi ikon yang menampilkan seluruh capaian pembangunan serta kemajuan provinsi.
“Hari ini saya bangga, Jateng Fair merupakan dapurnya Jawa Tengah. Tahun ini Jawa Tengah memasuki usia ke-81. Ini momentum bagi kita untuk terus berubah dan bergerak mengikuti perkembangan zaman. Jateng Fair harus menjadi etalase Provinsi Jawa Tengah, untuk dilihat, diamati, dan dikembangkan,” kata Luthfi, dikutip dari media.
Lebih lanjut, Gubernur Ahmad Luthfi meminta kesediaan para kepala daerah di wilayahnya untuk ikut mempromosikan agenda besar ini.
“Saya minta seluruh bupati dan wali kota ikut handarbeni. Kalau masyarakat belum melihat Jateng Fair, itu rugi. Mari ajak masyarakat berkunjung karena ini adalah etalasenya Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Di tengah dinamika ekonomi global, Luthfi memaparkan bahwa perekonomian Jawa Tengah tetap menunjukkan performa yang solid dengan pertumbuhan mencapai 5,89 persen, berada di atas rata-rata nasional. Kinerja positif ini turut disokong oleh tingginya minat investasi asing maupun domestik.
“Triwulan pertama 2026 investasi kita mencapai Rp23 triliun, dan mampu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja. Ini menandakan Jawa Tengah semakin menarik bagi investor. Jateng Fair menjadi batu loncatan untuk memperkuat investasi, baik modal maupun pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.
Direktur Utama PT PRPP Jawa Tengah, Shafigh Pahlevi Lontoh, menjelaskan bahwa masyarakat dapat memasuki dan menikmati area pameran pembangunan ini tanpa dipungut biaya tiket masuk alias gratis. Meski demikian, ketentuan tiket masuk tetap berlaku bagi pengunjung yang ingin menyaksikan panggung konser musik.
Tahun ini, pameran diramaikan oleh kontribusi dari berbagai instansi dan sektor usaha. Tercatat ada 26 stan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, 15 stan pemerintah kabupaten/kota, 8 BUMD, serta partisipasi dari BUMN, kementerian, perguruan tinggi, swasta, hingga para pelaku UMKM.
Selain pameran inovasi dan produk unggulan, daya tarik lain yang dihadirkan di Jateng Fair 2026 adalah pertunjukan konser musik setiap malam serta agenda nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan berkat kolaborasi bersama TVRI Jawa Tengah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat datang ke Jateng Fair 2026. Kesuksesan acara ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, BUMN, BUMD, komunitas, asosiasi, dan seluruh pihak,” pungkasnya. (GJ/Red).

.jpg)