Sudaryono Tegaskan SPPG yang Tak Penuhi Standar Akan Dievaluasi hingga Ditutup


 


 

Sudaryono Tegaskan SPPG yang Tak Penuhi Standar Akan Dievaluasi hingga Ditutup

Sabtu, 25 Juli 2026


GROBOG JATENG, Bogor Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, kebersihan, dan tata kelola. SPPG yang tidak memenuhi standar akan dibina dan dievaluasi. Jika tetap tidak menunjukkan perbaikan, operasionalnya akan dihentikan.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis merupakan amanah negara yang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Menurutnya, kualitas layanan, keamanan pangan, dan mutu gizi tidak boleh dikompromikan demi melindungi kesehatan penerima manfaat serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG.

"Kita akan perbaiki, akan kita tegur, kalau memang tidak bisa perbaiki kita tutup. Kalau memang tidak bisa memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu dan juga operasional yang baik. Jangan sampai nila setitik, kemudian rusak susu sebelanga," kata Sudaryono saat melakukan inspeksi mendadak SPPG di Bogor, Jumat (24/7/2026). Dilansir dari bgn.go.id.

Sudaryono menegaskan bahwa BGN akan menerapkan prinsip pembinaan yang disertai dengan penegakan disiplin. SPPG yang menunjukkan kinerja baik akan diberikan apresiasi, sementara yang mengabaikan ketentuan akan dikenai sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran.

"Mungkin kalau SPPG-nya bandel, SPPG-nya nggak disiplin, SPPG-nya atau petugasnya nggak disiplin, petugasnya nggak bagus ya kita mesti hentikan. Kita harus berani. Yang bagus kita reward, yang jelek kita mesti kasih punishment juga," tegasnya.

Sudaryono menjelaskan, inspeksi mendadak dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan untuk memperoleh gambaran objektif kondisi di lapangan sekaligus memberi apresiasi kepada SPPG dan petugas yang telah menjalankan operasional sesuai petunjuk teknis.

Berdasarkan hasil pemantauan di SPPG Pasir Kuda 03, SPPG Cipaku 02, dan SPPG Tegal Bundil 5, sebagian besar telah beroperasi sesuai standar. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas dan variasi menu agar penerima manfaat tidak merasa bosan.
"Yang sudah bagus itu tantangannya tinggal satu yaitu variasi dari menunya. Supaya yang anak-anak maupun yang ibu-ibu yang memang mengkonsumsi itu kemudian bisa tidak bosan," ungkapnya.

Sudaryono mengajak masyarakat dan media turut mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melaporkan jika menemukan layanan yang belum memenuhi standar. Menurutnya, pengawasan publik menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan. (Hms/Ida).