GROBOG JATENG, Grobogan – Semarang Medical Center (SMC) RS Telogorejo Semarang menggelar seminar edukasi bertajuk "Yuk Mulai Promil" di Hotel Front One Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada pasangan suami istri yang tengah mendambakan kehadiran buah hati.
Direktur Marketing RS Telogorejo, Diana Loretta, menjelaskan bahwa edukasi mengenai Program Hamil (Promil) sangat penting, terutama terkait pilihan metode dan estimasi biayanya. Pihak rumah sakit menawarkan berbagai opsi penanganan fertilitas, mulai dari inseminasi hingga In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung.
’’Nah, untuk IVF sendiri itu untuk biaya biayanya start from Rp39 juta. Jadi, mulai Rp39 juta itu sudah bisa mulai program bayi tabung. Nanti tergantung dari berapa ini ya, dokternya nanti kebutuhannya obatnya mungkin beda terkait dengan usia. Harus konsultasi dulu,” jelasnya.
Tingkat keberhasilan program kehamilan sangat dipengaruhi oleh faktor usia dan kondisi medis masing-masing pasangan. Peluang keberhasilan cenderung lebih tinggi jika program dilakukan saat usia wanita di bawah 35 tahun.
"Semakin muda usia pasangan, kualitas serta produksi sel telur dan sperma jauh lebih baik. Jika pasangan muda yang sudah menikah 1 hingga 2 tahun masih mengalami kesulitan hamil secara alami, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis," jelasnya.
Diana menambahkan, penanganan fertilitas tidak selalu harus berakhir pada prosedur bayi tabung. Banyak kasus dapat tertangani hingga mencapai kehamilan alami setelah diketahui penyebab utamanya melalui pemeriksaan.
Selain konsultasi dan tindakan promil utama, RS Telogorejo juga menghadirkan teknologi embryo freezing (pembekuan embrio). Metode ini memungkinkan pembekuan hasil pembuahan antara sel telur dan sperma yang telah menjadi embrio berkualitas baik untuk disimpan.
"Nah, tergantung banyaknya embrio yang jadi. Jadi ketika sel telurnya banyak, spermanya juga banyak, misalkan 10 sampai 15 ya untuk rata-rata normalnya itu kok jadi embrio, nah nanti bisa disimpan. Tapi biasanya kadang orang kan penginnya ya cuman dua anak cukup, kan gitu. Nah, itu ditanam yang dua, mungkin yang lain juga tidak perlu disimpan. Tapi kita juga opsi menyimpan itu dipilih untuk embrio yang bagus. Enggak semua kita simpan. Kurang lebih seperti itu,’’ jelasnya. (AN)

.jpg)