Atasi Pengangguran, Perhutani KPH Purwodadi Gandeng Warga Desa Panen Kayu Putih


 


 

Atasi Pengangguran, Perhutani KPH Purwodadi Gandeng Warga Desa Panen Kayu Putih

Minggu, 20 September 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui BKPH Jatipohon menggandeng masyarakat sekitar hutan untuk melakukan panen daun kayu putih. 

Kegiatan ini sengaja melibatkan warga setempat sebagai upaya nyata Perhutani dalam membantu dan mendongkrak perekonomian masyarakat desa hutan yang saat ini tengah menghadapi kesulitan mencari lapangan pekerjaan.

Sebanyak 2.000 hektar lahan tanaman kayu putih kini sepenuhnya dikelola dan dikerjakan oleh warga desa sekitar hutan. 

Setiap harinya, daun-daun kayu putih tersebut dipanen untuk kemudian diolah menjadi minyak kayu putih murni.

Dalam sehari, seorang warga mampu memetik dan mengumpulkan 2 hingga 3 kuintal daun kayu putih. Dari hasil keringat memanen daun tersebut, warga bisa membawa pulang pendapatan antara Rp50.000 hingga Rp75.000 per hari.

Jumlah tersebut dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan dapur dan menopang ekonomi keluarga di tengah situasi sulit.

Maryati, salah satu warga sekitar hutan yang ikut memanen, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. 

Senada dengan Maryati, Gunadi selaku Mandor Petik Kayu Putih menjelaskan bahwa antusiasme warga sangat tinggi karena pekerjaan ini memberikan penghasilan harian yang pasti bagi mereka. "Yang diharapkan kemakmuran masyarakat, ini ada pekerjaan," ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Jatipohon, Tutut Sugiarto, menegaskan bahwa program kemitraan ini merupakan bentuk kepedulian Perhutani kepada warga sekitar hutan yang terdampak secara ekonomi.

Tidak hanya memanen daun kayu putih, Perhutani juga melibatkan masyarakat untuk mengolah lahan pertanian hortikultura di sela-sela tegakan pohon, seperti menanam jagung dan ketela.

"Ini tanaman 2018, beberapa tahun tidak di panen sudah 3 tahun tidak ada pemanenan, baru kali ini dipanen, ini baru dilaksanakan 4 atau 5 hari," ujarnya.

Program kolaborasi ini menjadi solusi saling menguntungkan (win-win solution). Selain berhasil menjadi roda penggerak ekonomi warga desa, keterlibatan aktif masyarakat terbukti efektif dalam menjaga keamanan, kelestarian, dan kelangsungan hutan di wilayah KPH Purwodadi.

"Yang memanen warga sekitar, kita mengoptimalkan warga sekitar untuk menambah mata pencaharian, yang ngelola perhutani, cuma kita berkerjasama dengan CV yang berada di Desa Sumberagung," tegasnya. (Ek/AN/Red).