Rehabilitasi Jembatan Lusi Putat Ruas Lingkar Utara Purwodadi Dikebut


 


 

Rehabilitasi Jembatan Lusi Putat Ruas Lingkar Utara Purwodadi Dikebut

Senin, 05 Oktober 2026

GROBOG JATENG, Grobogan — Realisasi fisik rehabilitasi Jembatan Lusi Putat di ruas Lingkar Utara Purwodadi, Kabupaten Grobogan, melesat hingga 25,64 persen jauh melampaui target awal 5,49 persen dan mencatatkan deviasi positif +20,15 persen. 

Lonjakan progres signifikan ini dikonfirmasi langsung oleh Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Purwodadi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Pengawas Jembatan Lusi Putat, Irfan Farchaini, saat ditemui pada Senin (5/10/2026).

Irfan menjelaskan bahwa pengerjaan tahun ini memfokuskan perbaikan pada satu bentang utama dan dua bentang penghubung. Rangkaian pekerjaan meliputi pembongkaran lantai jembatan lama, penggantian bondeck, penyesuaian pembesian, pengecoran ulang, pemasangan expansion joint, pengencangan baut, hingga tahap pengecatan akhir.

Meski kontrak kerja yang diteken sejak 10 Agustus 2026 berdurasi empat bulan dengan nilai kontrak sebesar Rp2,9 miliar, pihak pengelola optimis dapat merampungkannya lebih cepat dari jadwal. "Kontrak kerja berlangsung selama 4 bulan (dimulai dari 10 Agustus), namun pihak pengelola merencanakan pengerjaan selesai lebih cepat dan sudah dibuka (open traffic) pada tanggal 28 November," ujar Irfan Farchaini.

Pihaknya mengatakan, dengan adanya pekerjaan struktur berat yang sedang berlangsung, penutupan jalur sementara terpaksa diberlakukan. Guna mengantisipasi hambatan mobilitas masyarakat, pihak pengelola telah berkoordinasi intensif dengan jajaran Satlantas Polres Grobogan dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menerapkan rekayasa lalu lintas.

"Sebelum kami lakukan pekerjaan proyek ini, kami sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Grobogan dan teman-teman dari Dishub untuk pengalihan arus. Kami izin pengalihan arus selama sekitar kurang lebih tiga bulan, dan diizinkan sampai 28 November 2026," jelasnya.

Komar Priyanto, salah satu pekerja proyek di lapangan memastikan seluruh proses berjalan lancar sesuai rencana awal 180 hari, Ia mengungkapkan bahwa perbaikan yang difokuskan pada penggantian lantai jembatan ini diharapkan tuntas tanpa kendala, sembari warga memanfaatkan perahu penyeberangan sebagai jalur alternatif selama penutupan akses. "Harapannya semoga semua menjadi baik. Yang rusak awalnya lantai, perlu penggantian lantai," ujarnya. 

Dengan performa pengerjaan yang melampaui target serta koordinasi lintas instansi yang matang, jalur penghubung penting ini ditargetkan sudah dapat kembali dilalui masyarakat secara normal (open traffic) pada 28 November mendatang. (Ida/AN/Red).