GROBOGAN- Memperingati HUT Grobogan yang ke 297, Pemkab kabupaten setempat menggelar pameran keris dan lukisan di Gedung Serba Guna Dewi Sri, Purwodadi kabupaten setempat. Pembukaan pameran keris yang dikuti peserta se-Jawa dan NTB ini dibuka oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Wakil Bambang Pujiyanto dan Pelukis Djoko Pekik, serta pihak terkait lainnya. Jumat malam. (10/3/2023)
Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, pameran lukisan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Grobogan yang ke 297, pihaknya memberikan apresiasi kepada segenap panitia dan sponsor atas terselenggaranya kegiatan ini.
Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada para Kolektor, Komunitas penggemar keris, Para Pebursa Keris se Jawa bahkan ada yang dari NTB, yang merelakan waktunya untuk hadir dan memeriahkan. "Pagelaran Keris “Nggugah Pusoko Bumi Pepali” serta Pameran Lukisan yang akan diselenggarakan selama 3 hari sampai dengan hari minggu besok," ujarnya.
Kegiayan ini juga menurutnya untuk memberikan wawasan kepada generasi penerus, bahwa keris adalah peninggalan budaya leluhur yang saat ini sudah terdaftar sebagai warisan dunia.
Dimana keris tidak hanya semata berfungsi sebagai senjata tradisional, tapi juga memiliki nilai-nilai filosofis dengan estetika yang tinggi, karya seni dengan keindahan serta mempunyai nilai historis sebagai identitas kebudayaan.
"Oleh karena bagi kita dan anak-anak muda para generasi penerus wajib hukumnya untuk nguri nguri atau melestarikan seni dan budaya bangsa, agar pusaka keris tetap lestari dan tidak akan luntur diguyur perkembangan jaman," tambahnya.
Sementara Didik, panitia kegiatan pagelaran pameran pusaka mengatakan, pameran ini untuk memberikan edukasi ke masyarakat supaya masyarakat tidak menganggap keris sebuah mistik dan klenik.
"Kami memberikan sosialisasi bahwa keris merupakan maha karya yang dulunya dibuat oleh orang yang luar biasa wajib kita jaga kita rawat, dan ini sudah menjadi pengakuan dunia bahwa dari UNESCO budaya dari Indonesia," katanya.
Sementara dijelaskan keris yang dipajang di pameran paling tertua yakni keris pada Jaman Kerajaan Singosari, sedang keris yang di pamerkan sekitar 4000 buah. "Dari berbagai dapur pamor dan era. Animo masyarakat sangat puas dengan melihat pameran keris ini," ungkapnya. (Red).

.jpg)