Langkah Konkret Bupati Sragen dalam Turunkan Angka Kemiskinan


 


 

Langkah Konkret Bupati Sragen dalam Turunkan Angka Kemiskinan

Jumat, 15 November 2024

GROBOG JATENG, Sragen - Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati telah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Angka kemiskinan di Kabupaten Sragen terus menurun selama tiga tahun berturut-turut. 

Pada tahun 2024, angka kemiskinan di Kabupaten Sragen mencapai titik terendah dalam delapan tahun terakhir. Penurunan ini karena program dan inovasi yang dilakukan oleh Pemkab Sragen di bawah Bupati Yuni. 

Salah satu upaya Bupati Yuni dalam mengurangi kemiskinan adalah program Desa Tuntas Kemiskinan (TUMIS). 

Menurut Kepala Bapperida dan Litbang Kabupaten Sragen, Aris Tri Hartanto, angka kemiskinan di Kabupaten Sragen turun menjadi 12,41 persen pada tahun 2024. Menurutnya, pencapaian itu adalah yang terbaik sepanjang masa.

"Penurunan angka kemiskinan di tahun 2024 ini terbaik sepanjang masa yakni 12,41 persen. Dulu angka kemiskinan Sragen tahun 96 nomor 2 dari bawah di Jawa Tengah," ungkap Aris saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/11/2024). Dilansir dari website resmi Pemkab Sragen.

Aris menyatakan sebelum pandemi COVID-19, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sragen paling rendah adalah 12,78 persen. Namun selama pandemi COVID-19, tingkat kemiskinan meningkat sebesar 13,38 persen dan mencapai puncaknya pada tahun 2021 sebesar 13,38 persen.

"Jadi posisi angka 12.41 merupakan angka terbaik penemuan kemiskinan sampai dengan tahun ini, dengan tahun sebelumnya termasuk sebelum pandemi COVID-19," katanya.

Angka penurunan kemiskinan di Kabupaten Sragen lebih baik daripada di wilayah Solo Raya menurut Aris.

"Penurunan ini merupakan penurunan terbaik di Solo Raya antara kabupaten kota se-Soloraya. Penurunan 0.46, penurunan dari sebelumnya 12,87 persen ke-12,41 persen kan turun 0,46 ini adalah terbaik di Solo Raya, lebih baik dibandingkan kota Surakarta juga, dan untuk profesi Jawa Tengah angka penurunan 0,46 ini kita menduduki peringkat ke-8 dalam proses penurunan Jawa Tengah," urai Aris.

Menurutnya, Program Desa Tumis dapat membantu 4 ribu jiwa yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.

"Sebelumnya ada sekitar 114 ribu jiwa yang tergolong miskin ekstrem. Desa Tumis yang sudah ada sejak 2022 ini, Tumis harus tepat sasaran, waktu dan manfaat," lanjutnya.

Desa Tumis memadukan 4 strategi penanggulangan kemiskinan dari berbagai pihak seperti APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, CSR, dan filantropi.

"Anggaran untuk Desa Tumis Rp 16,8 Miliar, dibagi untuk RTLH, Jambanisasi, Air Bersih, UEP, bantuan ternak, listrik gratis, beasiswa miskin, PBI," pungkasnya. (Hms/Fer).