GROBOG JATENG, Bandung - Kementerian Agama bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) BaitulmaalKu dan LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia meluncurkan Program Bina Petani Sejahtera (Pintara) di Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/12/2024). Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan petani.
Program Pintara di Margamulya melibatkan tiga petani dan 22 buruh tani, dan difokuskan pada budidaya kentang di lahan seluas 1 hektare dengan anggaran Rp150 juta. Para petani penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, pemeliharaan, panen, hingga pemasaran.
Analis Kebijakan Subdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Sinta Khairunnisa, memuji program Pintara sebagai contoh pengelolaan dana zakat yang produktif. "Kami mengapresiasi program ini. Ini adalah salah satu pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan Astacita yang dicanangkan pemerintah," ujar Sinta.Dilansir dari kemenag.go.id.
Sementara itu, CEO LAZ BaitulmaalKu, Yeni Nurjanah, menyampaikan komitmennya untuk menjalin kemitraan dengan pemerintah dan pihak swasta guna mendukung keberlanjutan program. "Kami bekerja sama dengan berbagai pihak agar program ini tetap berkelanjutan," ujarnya.
Direktur Utama LAZ Baitulmaal Munzalan Indonesia, Sasongko Jati berharap, program Pintara dapat memberi dampak nyata dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kami ingin terus berkolaborasi agar program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Margamulya, Suhendrahmani, mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan program ini di wilayahnya. "Pemerintah desa berharap masyarakat penerima manfaat dapat menjalankan program ini dengan baik sehingga memberikan dampak yang luas, terutama bagi petani," ujarnya.
Acara peluncuran ini diakhiri dengan penanaman bibit kentang bersama para petani penerima manfaat. “Kami ucapkan rasa bangga kepada penyuluh agama Islam yang telah berinovasi dalam hal “Kopi Seceting“ yaitu Komunitas Penyuluh Agama Islam Serius Cegah Stunting sehingga Jankemenag Kab. Banjarnegara bisa memperoleh predikat ini,” paparnya.
“Mudah-mudahan kantor kami ke depan bisa memperoleh WBBM. Target kita, WBBM di 2026,” tandasnya. (Hms/Ida).

.jpg)