Pemkab Grobogan Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial Jelang Idul Fitri


 


 

Pemkab Grobogan Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial Jelang Idul Fitri

Jumat, 07 Maret 2025

GROBOG JATENG, Grobogan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menggelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Gedung Riptaloka, pada Kamis (6/3/2025). Forum ini merupakan sebuah wadah untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan koordinasi untuk menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1446 H.

Dalam sambutannya, Bupati Grobogan Setyo Hadi, menyampaikan apresiasinya untuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Grobogan yang telah mempertemukan berbagai pihak dalam rakor ini. Ia menekankan bahwa kesadaran kolektif dan sinergi antarstakeholder sangat diperlukan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi. 

"Gesekan yang terjadi antara pribadi maupun kelompok harus kita sikapi dan kenali sejak awal untuk mencegah konflik sosial yang berkelanjutan," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, bertindak sebagai moderator dalam pertemuan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI-Polri, Kejaksaan, serta organisasi masyarakat dan keagamaan.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kodim (Dandim) 0717/Grobogan, Letkol Kav. Barid Budi Susila menegaskan bahwa TNI siap mendukung penuh upaya cipta kondisi. Namun, dalam kondisi tertentu, Bupati dapat mengajukan permohonan bantuan penggunaan kekuatan TNI kepada Presiden sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam perundang-undangan.

Selain itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Grobogan, AKBP Ike Yulianto Wicaksono menambahkan bahwa tantangan sosial tidak hanya berasal dari faktor internal, tetapi juga dipengaruhi dinamika global. 

Polres telah menggelar berbagai operasi cipta kondisi, seperti razia miras, patroli keamanan, dan penindakan terhadap pelanggaran ketertiban umum. Selain itu, Polres juga berencana mengumpulkan perguruan pencak silat guna membangun kesepahaman bersama, mencegah potensi kesalahpahaman, serta menghindari konflik yang kerap dipicu oleh hal-hal sepele. 

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Grobogan, Frengki Wibowo, menegaskan pentingnya perlindungan hak aliran kepercayaan serta penegakan hukum yang tegas dan adil sebagai upaya pencegahan konflik. Ia juga menekankan peran serta masyarakat dalam pengawasan hukum agar proses penegakan hukum berjalan transparan dan berkeadilan. 

Dengan koordinasi lintas sektor yang solid, Ramadan dan Idulfitri di Grobogan diharapkan berlangsung dalam suasana yang aman, damai, dan kondusif. Harmoni yang harus terus dijaga, tidak hanya di bulan suci, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. (Red)