Petani Boyolali Terima Bantuan Alat Pertanian Guna Percepatan Tanam


 


 

Petani Boyolali Terima Bantuan Alat Pertanian Guna Percepatan Tanam

Senin, 17 Maret 2025

GROBOG Jateng, Boyolali Pemerintah Kabupaten Boyolali memberikan dukungan dalam bentuk peralatan pertanian kepada para petani di Kota Susu. Bantuan ini berasal dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali yang dilaksanakan pada Senin (10/3/2025) di ladang yang berada di Desa/Kecamatan Simo.


Bupati Boyolali, Agus Irawan hadir untuk menyerahkan bantuan secara simbolis dan berharap agar para petani dapat menggunakan alat pertanian tersebut secara optimal demi meningkatkan hasil pertanian. 

“Tentunya nanti kita ingin hasil produktivitas petani meningkat. Di Boyolali sudah mulai musim tanam, kita ingin segera bisa digunakan, segera bisa mengolah tanah,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten Boyolali ini. Dilansir dari website resmi Pemkab Boyolali.

Plt Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Erma Sri Windarti menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Ada 15 unit traktor. Berasal dari APBN. Nantinya traktor diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Mempercepat tanam dan panen, serta memudahkan pekerjaan petani,” katanya.

Sebanyak 15 unit traktor yang masing masing senilai Rp 34 juta tersebut akan dibagikan kepada 15 kelompok tani yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Boyolali. Antara lain Kecamatan Sambi, Karanggede, Klego, Andong, Teras, Nogosari, Boyolali, Simo, Ngemplak, Kemusu dan Juwangi.

Selain alat pertanian berupa traktor, dalam agenda tersebut juga diserahkan lima unit irigasi perpompaan masing masing senilai Rp 153 juta kepada lima kelompok tani.

Sebagai tambahan informasi, pada tahun 2024 Kabupaten Boyolali memiliki hasil luas panen sebesar 50.324 hektar dengan provitas sebesar 56,45 kuintal per hektar. Dari angka tersebut dihasilkan produksi sejumlah 284.090 ton dan surplus sebesar 37.336 ton. Hingga saat ini, gabah yang dihasilkan dari petani Kabupaten Boyolali telah diserap oleh Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram.

Sementara itu, Kabupaten Boyolali mendapatkan target dari Kementerian Pertanian pada Tahun 2025 untuk dapat menanam seluas 63.255 hektar, dengan asumsi luas baku sawah 21.085 hektar dapat ditanam hingga tiga kali dalam satu tahun. (Hms/Fer).