GROBOG JATENG, Kendal – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menggelar acara Nongkrong Bareng dan Silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama Kabupaten Kendal. Bertempat di Pendopo Kabupaten setempat pada Jum’at (7/3/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Kendal Benni Karnadi, dan tokoh-tokoh lainnya. Dengan penuh gayeng, canda, dan tawa, acara itu berlangsung berlangsung hangat dan akrab.
Dengan segenap perhatiannya, Ahmad Luthfi mendengarkan satu demi satu keluhan, masukan, dan usulan masyarakat perihal berbagai masalah.
Seorang tokoh nelayan, Triyono, mengadukan mengenai sedimentasi di muara sungai di daerahnya, yang acap menjadi penghambat bagi nelayan untuk pergi dan pulang melaut. “Tolong kami bisa lebih diperhatikan. Nelayan kami susah payah ketika akan melaut karena pendangkalan di muara,” ucapnya. Dilansir dari website resmi jatengprov.go.id.
Sementara, petani setempat, Nur Faizin menyampaikan keluhannya mengenai harga beli jagung dan padi, yang secara praktik belum sesuai regulasi pemerintah pusat. “Pas panen harga jatuh. Harga jagung dan padi memang sudah ada penetapan (standar harga), tetapi praktiknya jauh panggang dari api,” ujarnya mewakili suara petani di Kendal.
Silaturahmi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ahmad Luthfi berkeliling ke-35 kabupaten/kota pada awal kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Sebelumnya juga sudah terlaksana di Kabupaten Kudus dan Jepara.
Tujuan untuk menyerap apirasi, menggali potensi, dan menemukan permasalahan kemasyarakatan untuk kemudian diintegrasikan menjadi sebuah kebijakan. “Saya ingin mendengar apa yang harus dilaksanakan lima tahun ke depan,” kata Ahmad Luthfi.
Menanggani berbagai aspirasi masyarakat di acara malam itu, Luthfi mengatakan, normalisasi di sejumlah sungai menjadi salah satu programnya untuk mengatasi sejumlah permasalahan di bidang pertanian dan perikanan. “Di beberapa titik sudah dilaksanakan, Di Kendal ada di Gempolsewu,” katanya.
Sementara mengenai harga beli dari petani, Luthfi menegaskan, Bulog dan seluruh rekanannya telah menandatangani MoU dengan mitra Bulog, termasuk penggilingan padi. Bulog juga akan membeli padi dan jagung sesuai standar harga yang ditetapkan.
Ditambahkan, Pemprov Jateng juga memiliki BUMD PT Jawa Tengah Argo Berdikari (JTAB). BUMD ini akan ikut serta menyerap hasil panen para petani dengan harga yang wajar. “Ini bisa menjaga stabilitas harga,” pungkas Luthfi. (Hms/Ida).

.jpg)