Blora Kukuhkan 10 Desa Organik untuk Capai Target Lumbung Nasional


 


 

Blora Kukuhkan 10 Desa Organik untuk Capai Target Lumbung Nasional

Kamis, 17 April 2025

GROBOG JATENG, Blora - Targetkan sebagai lumbung pangan nasional, Blora kukuhkan 10 desa organik dan tetapkan para duta pangan milenial yang saat ini tersebar di 295 Desa/Kelurahan yang ada.

Melalui Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) setempat, Blora yang mempunyai bekal potensi pertanian melimpah berkomitmen mendukung swasembada pangan sesuai program pemerintah pusat.

Disela-sela Rakor Ketahanan Pangan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (16/4/2025), dengan didampingi Kepala DP4, Ngaliman, Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menyerahkan piagam kepada 10 Kepala Desa yang mendeklarasikan desanya sebagai desa organik, sekaligus menyerahkan piagam kepada 16 pemuda perwakilan dari 16 Kecamatan yang ditetapkan sebagai Duta Pangan Millenial.

Sejumlah desa yang ditetapkan sebagai Desa Organik, yaitu Desa Palon Kecamatan Jepon, Desa Andongrejo Kecamatan Blora, Desa Sidorejo Kecamatan Kedungtuban, Desa Gondel Kecamatan Kedungtuban, Desa Bajo Kecamatan Kedungtuban, Desa Pulo Kecamatan Kedungtuban, Desa Sumber Kecamatan Kradenan, Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati, Desa Sendangwungu Kecamatan Banjarejo dan Desa Gembyungan Kecamatan Randublatung.

Untuk Duta Pangan Milenial yang berlatar belakang dari para petani milenial muda saat ini sudah ada di 295 Desa/Kelurahan yang ada di Blora.

Disampaikan Ngaliman, para Duta Pangan Nasional tersebut, bisa menjadi pelopor dan menginspirasi masyarakat dalam regenerasi petani unggulan. Untuk jumlah desa diharapkan organik bisa terus meningkat dengan inovasi sejuta kotak umat, yakni pemanfaatan kotoran ternak untuk pembuatan pupuk organik yang bermanfaat.

Ngaliman juga menyinggung, bahwasannya hasil produksi padi di Kabupaten Blora telah mencapai angka 630 ribu Ton, terbesar keenam di Jawa Tengah. Sedangkan luas tanam MT kedua yang ditarget Kementerian Pertanian seluas 20 ribu Ha, telah terlampaui dengan capaian 25.475 Ha.

"Terima kasih atas kerja keras seluruh teman teman penggerak pertanian. Berkat dukungan dan komitmen Bupati, insyaAllah Blora siap menjadi lumbung pangan nasional. Apalagi dua tahun berturut turut Blora ditetapkan menjadi Kabupaten Terinovatif berkat inovasi di bidang pertanian mulai Kotak Sejuta Umat dan Petani Millenial," ucap Ngaliman. Dilansir dari website resmi Pemkab Blora.

Bupati Dr. H. Arief Rohman pun mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh stakeholder pertanian yang telah bersama sama mengawal pembangunan pertanian di Kabupaten Blora.

"Terima kasih kepada 10 Kepala Desa yang telah siap menjadikan desanya sebagai desa organik. Dengan begitu pertanian di 10 desa ini siap menjadi pertanian yang sehat dan menguntungkan. Semoga bisa menularkan ke desa-desa di sekitarnya. Kemarin saya saat acara di Pertamina Foundation juga telah menyampaikan potensi pertanian organik Blora. Ke depan kami ingin Pertamina bisa melanjutkan program pendampingan pertanian organik di Blora dengan menyasar lebih banyak desa lagi. Seperti yang telah dilaksanakan di Bajo dan Sidorejo," ungkap Bupati.

Bupati Blora Arief Rohman meminta agar DP4 terus mendata kebutuhan alat mesin pertanian, kebutuhan pupuk, hingga benih. Agar bisa dikawal bersama diajukan ke Kementerian Pertanian. Begitu juga DPUPR diminta untuk secara berkala memaksimalkan fungsi irigasi pertanian agar MT 2 nanti hasil panennya bisa maksimal.

"Terkait petani milenial, Duta Pangan Milenial, kami sangat mengapresiasi dan siap mendukung pengembangan petani millenial di Kabupaten Blora. Ini menandakan bahwa regenerasi petani di Kabupaten Blora dapat berlangsung dengan baik. Jangan sampai pemuda kita wegah bertani,'' tegasnya.

Dikemukakan, saat ini Pemkab Blora juga sedang menyiapkan pendirian Politeknik Agro Industri di Blora, dalam rangka menyiapkan SDM bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan yang unggul.

Harapannya, ke depan sektor pertanian Blora benar benar dikelola oleh SDM yang mumpuni.

''Kita ingin agar Blora kedepan menjadi Kabupaten Lumbung Pangan Nasional yang sehat dan menguntungkan. Sehingga tidak hanya menyiapkan teknologi pertaniannya saja, namun juga SDM nya," kata Bupati Arief Rohman. (Hms/Fer).