Berburu Cuan Lewat Konten, Fenomena Emak-Emak Lintas Kabupaten Berkumpul di Juwangi Boyolali


 


 

Berburu Cuan Lewat Konten, Fenomena Emak-Emak Lintas Kabupaten Berkumpul di Juwangi Boyolali

Sabtu, 10 Januari 2026

GROBOG JATENG, Boyolali Fenomena berburu "cuan" melalui media sosial kini tidak lagi hanya didominasi oleh anak muda. Di wilayah Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, terlihat pemandangan menarik di mana puluhan ibu-ibu atau "emak-emak" dari lintas kabupaten, yakni Boyolali dan Grobogan, berkumpul demi mengasah kreativitas di dunia digital.


Bukan sekadar arisan atau reuni biasa, perkumpulan emak-emak ini memiliki misi khusus: memproduksi konten video untuk diunggah di platform Facebook Pro (Fb Pro). Dengan memanfaatkan sudut-sudut estetik dan di salah satu lapak di wilayah Juwangi sebagai latar belakang, mereka tampak antusias mengarahkan kamera ponsel, berakting, hingga melakukan proses penyuntingan sederhana secara bersama-sama.


Salah satu emak-emak konten kreator yang hadir mengaku telah menekuni dunia kreator digital dalam beberapa waktu terakhir. Baginya, Facebook Pro menjadi peluang baru untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan kewajiban rumah tangga. "Baru satu tahunan ini. MK (monetisasi konten) enam bulanan ini," ujar Dewi Nawangsari salah satu konten kreator.

Pihaknya mengakui menjadi konten kreator awalnya hanya coba-coba, tapi setelah ditekuni ternyata hasilnya nyata, bahkan pihaknya tiap bulannya meraup pendapat jutaan dari konten yang diupload di media sosial. "Penonton sampai jutaan," jelasnya.



Fenomena ini menunjukkan pergeseran tren di mana kaum ibu kini semakin melek teknologi. Mereka memanfaatkan fitur monetisasi yang disediakan oleh platform Meta untuk mengubah hobi berbagi keseharian menjadi sumber pendapatan.


Semangat kebersamaan lintas kabupaten ini juga menjadi ajang saling berbagi ilmu atau sharing session mengenai cara meningkatkan engagement dan jangkauan penonton. Bagi mereka, menjadi konten kreator bukan hanya soal uang, tetapi juga tentang pembuktian bahwa emak-emak jaman sekarang mampu bersaing dan produktif di era ekonomi digital. (Redaksi).