Ratusan Santri Miftahul Huda Gubug Grobogan Diduga Keracunan Usai Santap MBG


 


 

Ratusan Santri Miftahul Huda Gubug Grobogan Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sabtu, 10 Januari 2026

GROBOG JATENG, Grobogan - Ratusan Santri dari Pondok Pesantren Miftahul Huda Ngroto Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Jawa Tenga, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari SPPG Kwaron Gubug. Hingga saat ini, petugas kesehatan masih melakukan observasi secara intensif untuk memastikan kondisi para anak.



Kepala Puskesmas 2 Gubug, Ni Wayan, mengatakan bahwa tim tenaga kesehatan masih memantau kondisi anak-anak satu per satu guna memastikan tidak ada gejala lanjutan seperti lemas, muntah, maupun diare. “Teman-teman nakes masih menunggu untuk observasi anak-anak satu demi satu, apakah masih ada yang lemas lagi dan sebagainya. Ini teman-teman dari Puskesmas 1 Gubug ikut mem-back-up kita,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian pada Sabtu, (10/1/2026) 

Terkait penyebab kejadian, Ni Wayan menegaskan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. “Penyebabnya untuk sementara ini hanya dugaan, kita belum tahu penyebab pastinya seperti apa. Karena anak-anak ini habis makan MBG itu, terus malam sampai subuh baru merasakan mencret dan muntah,” jelasnya.



Ni Wayan menyampaikan, adapun data sementara yang dihimpun oleh Puskesmas mencatat sebanyak 661 anak terdampak dugaan keracunan tersebut. Dari jumlah itu, 27 anak harus dirujuk ke RSUD untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif.



Sementara, Pengurus Yayasan Ponpes Miftahul Huda Ngroto, Harsono menyampaikan bahwa total santri yang terdampak sebanyak 207 terdiri dari santri putra maupun putri. 



"Dari data kami totalnya yaitu santri putra sebanyak 115, dan santri putri sebanyak 92, untuk santri putra masih dalam perawatan dipondok karena kekebalanya kuat mungkin ya, tapi untuk santri putri sekitar ada beberapa yang dirujuk di Puskesmas Gubug dan sebagian lagi di RS Getas Pendowo Gubug, " paparnya. 



Berdasarkan keterangan sementara, makanan MBG tersebut dikonsumsi anak-anak pada hari Jum'at (9/1/2026) siang. Gejala baru muncul beberapa jam kemudian, tepatnya pada malam hingga dini hari.



Pihak Puskesmas bersama instansi terkait masih terus melakukan pemantauan, pendataan, serta penelusuran lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut dan mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Ida/AN/Red).