GROBOG JATENG, Rembang – Bupati Rembang, Harno, mengapresiasi penyelenggaraan kontes kambing terbesar yang digelar di Gedung Haji Rembang, Minggu (25/1/2026). Ia menilai ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana adu kualitas ternak, tetapi juga efektif memperkenalkan kambing kontes sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.
“Harganya ternyata bisa melebihi harga sapi, ada yang Rp50 juta bahkan sampai miliaran rupiah. Dulu saya pernah memelihara kambing lokal, melihat ini jadi ingin beli lagi. Tapi merawat kambing kontes memang perlu ketelatenan,” ungkap Harno. Dilansir dari website jatngprov.go.id.
Ia berharap, kontes ternak seperti ini tidak sekadar menjadi ajang prestasi, tetapi juga mampu menjaga stabilitas harga kambing di pasaran sekaligus menggerakkan berbagai sektor ekonomi pendukung, mulai dari penyedia pakan, jasa perawatan, hingga aktivitas perdagangan hewan ternak.
“Kegiatan seperti ini bisa membantu peternak, dalam menjaga harga tetap stabil dan sekaligus menggeliatkan ekonomi masyarakat, yang terlibat di sektor peternakan,” imbuhnya.
Ketua Perkumpulan Peternak Kambing Kaligesing Nasional (Perkanas) DPD Rembang, Rukani, menyampaikan bahwa kontes kambing digelar sebagai upaya membangkitkan semangat sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi para peternak di Kabupaten Rembang.
“Sekarang sudah ada wadah Perkanas DPD Rembang, sehingga peternak bisa berdiskusi, saling berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas ternaknya,” jelasnya.
Kontes bertema Bangkit Bareng Bolo Ternak Rembang ini mempertandingkan lima kategori lomba untuk kambing jantan dan betina, dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Pati dan Blora.
Melalui ajang tersebut, diharapkan para peternak semakin termotivasi meningkatkan kualitas bibit, tata kelola pemeliharaan, hingga strategi pemasaran ternak, sehingga sektor peternakan kambing dapat tumbuh sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Rembang. (Hms/Ida).

.jpg)