Hadiri HUT ke-300 Grobogan, Wamentan RI Sudaryono Tegaskan Grobogan Lumbung Pangan Nasional


 


 

Hadiri HUT ke-300 Grobogan, Wamentan RI Sudaryono Tegaskan Grobogan Lumbung Pangan Nasional

Selasa, 03 Maret 2026

GROBOG JATENG, Grobogan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono menghadiri prosesi budaya "Boyong Grobog" dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Grobogan yang ke-300 pada Selasa (3/3/2026). Dalam kunjungan ke tanah kelahirannya tersebut, Sudaryono menegaskan peran strategis Grobogan sebagai pilar ketahanan pangan Indonesia.

Mengenakan busana adat Jawa lengkap (beskap), Sudaryono menyampaikan rasa bangganya terhadap kemajuan Grobogan. Menurutnya, kabupaten ini bukan sekedar wilayah historis tempat leluhur raja-raja Jawa berasal, melainkan mesin produksi pertanian yang vital.

"Grobogan ini adalah salah satu lumbung pangan yang besar dan terbesar di Jawa Tengah maupun di Indonesia. Jadi ini penting, dari mulai urusan kedelai juga penelitian-penelitian kedelai terbaik salah satunya dari sini. Padinya juga, produksinya salah satu yang terbaik, termasuk jagung dan lain-lain," ujar Sudaryono di sela-sela acara.

Sudaryono menekankan bahwa sektor pertanian harus menjadi instrumen utama dalam menghapus angka kemiskinan di daerah. Ia menilai bertani adalah jenis usaha paling inklusif yang bisa menyerap banyak tenaga kerja dari berbagai lapisan masyarakat.

"Saya kira tantangan kita adalah bagaimana kita menghapuskan kemiskinan sesegera mungkin, salah satunya adalah dengan sektor pertanian sebagai salah satu cara untuk pengentasan kemiskinan. Karena bertani adalah cara usaha orang yang paling sederhana yang bisa dikerjakan oleh banyak orang," bebernya. 

Menanggapi isu banjir yang sempat melanda lahan persawahan di Grobogan beberapa waktu lalu, Wamentan menyampaikan bahwa meskipun secara agregat luasan lahan terdampak banjir terbilang kecil dibandingkan total sekitar 7,5 juta hektare lahan persawahan nasional, pemerintah tetap memberikan perhatian serius terhadap wilayah yang terdampak.

"Jadi saya kira pemerintah tidak kemudian tutup mata terhadap bencana, tidak tutup mata terhadap kesulitan rakyat, apapun kesulitannya sebisa mungkin pemerintah dan negara hadir untuk membantu," pungkasnya.

Perayaan Hari Jadi ke-300 menjadi momentum bagi Kabupaten Grobogan untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Sebagai Wakil Menteri sekaligus putra daerah, ia berharap Grobogan terus berkembang dan semakin maju. Ia menilai kemajuan infrastruktur, desa, hasil panen, hingga irigasi sebagai bukti pembangunan yang nyata, seraya mendorong agar ke depan Grobogan mampu menjadi daerah yang lebih unggul dibanding wilayah lainnya. (Ida/AN/Red).