GROBOG JATENG, Grobogan - Pasca insiden ledakan petasan di rumah kosong Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (24/3/2026) malam, Polres Grobogan langsung menerjunkan Unit K-9 Sat Samapta untuk menyisir lokasi kejadian.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kasat Samapta Polres Grobogan AKP Candra Bayu mengatakan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari prosedur pengamanan pasca kejadian ledakan petasan.
“Kami menurunkan Unit K-9 untuk melakukan sterilisasi di lokasi guna memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih tertinggal,” ujar AKP Candra Bayu, Rabu (25/3/2026).
Penyisiran dilakukan secara menyeluruh di rumah kosong yang menjadi lokasi ledakan dengan melibatkan Unit K-9 untuk mendeteksi kemungkinan adanya material berbahaya yang tidak kasat mata guna meminimalkan potensi risiko.
AKP Candra Bayu menjelaskan, bahwa langkah ini dilakukan mengingat ledakan diduga berasal dari bahan petasan rakitan yang masih berpotensi tersisa di lokasi.
“Kami tidak ingin ada kejadian susulan. Oleh karena itu, sterilisasi harus dilakukan secara maksimal,” tegasnya.
Kehadiran Unit K-9 menarik perhatian warga sekitar, namun petugas mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga jarak demi keselamatan.
Insiden ledakan itu sendiri, membuat dua remaja setempat berinisial MRN (15) dan MNA (12) harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena efek ledakan bubuk petasan.
AKP Candra Bayu mengimbau masyarakat agar tidak membuat atau menyimpan bahan petasan secara sembarangan, karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain dengan bahan peledak atau petasan rakitan, karena risikonya sangat besar,” imbuhnya.
Dengan dilakukannya penyisiran oleh Unit K-9, Polres Grobogan memastikan bahwa kondisi di lokasi kejadian telah aman dan terkendali.
Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari potensi bahaya pasca kejadian.(*).

.jpg)