‎Soft Launching Museum Daerah Wonosobo, Upaya Lestarikan Sejarah dan Perkuat Wisata Edukasi


 


 

‎Soft Launching Museum Daerah Wonosobo, Upaya Lestarikan Sejarah dan Perkuat Wisata Edukasi

Kamis, 19 Maret 2026


‎GROBOG JATENG, Wonosobo - Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) resmi melakukan soft launching Museum Daerah Kabupaten Wonosobo pada Selasa (17/3/2026) di Gedung Tourist Information Center (TIC) Kalianget.
‎Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa kehadiran museum ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan sejarah dan budaya Wonosobo kepada masyarakat luas.

‎“Wonosobo adalah kota pariwisata sekaligus kota budaya. Banyak sekali kekayaan budaya yang menceritakan perjalanan sejarah Wonosobo, bahkan sejak sebelum berdirinya wilayah ini. Selama ini artefak-artefak tersebut hanya disimpan, sehingga melalui museum ini kami ingin menghadirkannya untuk publik,” ujarnya.
‎Ia menjelaskan, koleksi yang dipamerkan mencakup berbagai artefak bersejarah mulai dari abad ke-7 hingga abad ke-10, yang memiliki nilai historis tinggi. Pemanfaatan ruang lantai 2 TIC Kalianget dipilih sebagai solusi awal, mengingat keterbatasan anggaran untuk pembangunan museum permanen.
‎“Meskipun masih sederhana, yang penting adalah bagaimana koleksi berharga ini bisa dinikmati dan dipelajari masyarakat,” tambahnya.
‎Terkait pengelolaan, Disparbud memastikan bahwa perawatan koleksi akan menjadi perhatian utama. Selama ini artefak telah dirawat dengan baik, meski masih tersimpan di ruang inventaris. Ke depan, pemerintah akan mengalokasikan sumber daya untuk mendukung perawatan yang lebih optimal, termasuk penanganan khusus bagi benda-benda rapuh dan bernilai tinggi.
‎Selain itu, pengembangan museum juga akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti komunitas budaya, pelaku wisata, hingga tenaga pendidik.
‎“Kami mengajak operator wisata untuk memasukkan museum ini dalam paket kunjungan. Jadi wisatawan tidak hanya ke Dieng, tetapi juga mendapatkan pengalaman wisata edukasi tentang sejarah Wonosobo,” jelas Fahmi.
‎Sementara itu, Pegawai Disparbud, Andhika Dwi Nugroho, menjelaskan bahwa museum ini memiliki tiga ruang utama dengan tema berbeda.
‎Ruang pertama, Ruang Dieng, menampilkan artefak masa klasik atau periode Hindu-Buddha. Ruang kedua, Ruang Sindoro, berisi koleksi dari era Islam, termasuk benda berbahan logam dan batuan yang lebih tua dan memerlukan penanganan khusus. 
‎Sedangkan ruang ketiga, Ruang Sumbing, menghadirkan sepuluh objek pemajuan kebudayaan, termasuk warisan budaya tak benda seperti bundengan, wayang gedog, dan tari lengger.
‎“Koleksi museum berasal dari berbagai sumber, seperti hibah masyarakat, program penyelamatan, hingga titipan dari pelaku budaya. Usia koleksi pun beragam, dari yang berusia lebih dari seribu tahun hingga karya budaya yang masih berkembang hingga saat ini,” terangnya.
‎Penataan ruang pamer dilakukan berdasarkan klasifikasi bahan dan periodisasi sejarah, mulai dari masa klasik, era Islam, hingga masa kemerdekaan. Ke depan, museum juga akan mengusung konsep tematik dengan pameran yang menyesuaikan momentum tertentu, seperti hari arsitektur atau hari batik, lengkap dengan kegiatan edukatif seperti workshop.
‎Pemkab Wonosobo berharap museum ini dapat menjadi pusat edukasi sekaligus ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami akar sejarah dan identitas daerah.
‎“Dengan mengetahui sejarah, kita akan lebih menghargai perjalanan para pendahulu. Museum ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, rasa syukur, serta mendorong kreativitas dalam melestarikan budaya,” pungkas Fahmi.
‎Ke depan, pemerintah juga membuka peluang pembangunan museum permanen yang lebih representatif, agar seluruh kekayaan sejarah Wonosobo dapat tersimpan dan ditampilkan secara optimal dalam satu kawasan terpadu.
‎Dengan hadirnya Museum Daerah ini, Wonosobo tidak hanya memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai pusat wisata budaya dan edukasi yang berdaya saing. (Dimas/GJ).