Kirab 32 Kelenteng Perkokoh Identitas Budaya Jepara


 


 

Kirab 32 Kelenteng Perkokoh Identitas Budaya Jepara

Senin, 20 April 2026

GROBOG JATENGN, Jepara Dentuman genderang, semerbak dupa, serta letupan petasan bersahut-sahutan menyelimuti suasana di sepanjang jalan kawasan Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, Jumat (17/4/2026). Warga tampak memadati lokasi, larut dalam kemeriahan prosesi yang berlangsung khidmat.

Arak-arakan rupang, barongsai, hingga liong dari 32 kelenteng berbagai daerah di Indonesia tampil bergantian memeriahkan Jutbio (kirab) sakral dalam rangka Hari She-Jiet atau peringatan kelahiran Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee. Kirab tersebut menjadi perpaduan harmonis antara nilai spiritual dan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan, kirab tersebut tak sekadar menjadi ritual keagamaan umat Tridharma. Lebih dari itu, kirab itu menjelma sebagai representasi kekayaan budaya yang hidup dan tumbuh di Kabupaten Jepara.

“Ini kekayaan budaya Jepara. Jutbio hari itu bukan hanya tentang tradisi yang dilestarikan, tetapi juga tentang masa depan, di mana budaya, spiritualitas, dan pariwisata berjalan beriringan, menghidupkan Jepara dengan cara yang lebih bermakna,” ujarnya di sela-sela kegiatan. Dilansir dari website resmi jatengprov.go.id.

Tak hanya warga lokal, lanjutnya, kegiatan ini juga diikuti oleh 32 kelenteng dan perkumpulan barongsai dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya dari Padang (Sumatera Barat), Gresik (Jawa Timur), Jakarta, Cepu Blora (Jawa Tengah), dan lainnya.

Menurut bupati, kehadiran perwakilan kelenteng dari berbagai daerah di Indonesia menegaskan bahwa kirab budaya HUT Kongco Hian Thian Siang Tee Welahan memiliki daya tarik lintas wilayah, sekaligus mencerminkan kuatnya jejaring budaya yang terbentuk dari sejarah panjang kelenteng di Jepara. 

“Ini potensi yang luar biasa karena memiliki sejarah yang panjang kelenteng di Kabupaten Jepara,” lanjut Witiarso.
Dia berharap, Jutbio bukan hanya sebagai warisan yang harus dijaga, tetapi juga peluang yang dapat dikembangkan. “Tahun depan kita akan konsepkan dengan baik supaya menjadi destinasi wisata yang lebih baik lagi di Kabupaten Jepara. Konsepnya nanti akan kita diskusikan dengan pihak kelenteng,” jelasnya.

Sementara itu, panitia kirab Kongco Hian Thian Siang Tee, Dicky Sugandi mengatakan, Kelenteng Welahan memang punya daya tarik karena termasuk Kelenteng tertua di Indonesia. Pihaknya berharap, penataan kawasan Pecinan bisa dimaksimalkan maka daya tarik itu juga bisa ditingkatkan untuk menggerakkan UMKM dan perekonomian masyarakat hingga daerah. (Hms/Ida).