GROBOG JATENG, Belawan - Prajurit TNI Angkatan Laut melalui Pomal Kodal I bersama unsur gabungan TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Medan berhasil mengamankan terduga pelaku begal dan pencurian dengan kekerasan di wilayah Belawan. Penindakan ini dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat akibat maraknya aksi kriminal di kawasan tersebut.
Operasi penyergapan digelar di Jalan KL Yos Sudarso, tepatnya di depan Sekolah Yapim Belawan, dengan menindaklanjuti laporan warga serta kebijakan pemerintah daerah melalui pembentukan satuan tugas penanganan konflik. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi lintas instansi dalam upaya memperkuat keamanan dan menjaga ketertiban masyarakat di wilayah Belawan dan sekitarnya.
Sebanyak 15 personel Pomal Kodal I bersama instansi terkait bergerak menuju lokasi penyergapan dengan pengawalan ketat, menggunakan dua mobil dan empat sepeda motor. Berdasarkan hasil pemetaan intelijen, terduga pelaku diketahui berencana melarikan diri ke arah Jakarta dengan menumpang bus.
Saat target yang mengendarai sepeda motor melintas, personel gabungan segera melakukan tindakan cepat dan terukur. Pelaku berhasil dilumpuhkan sebelum sempat melakukan perlawanan maupun melarikan diri.
Terduga pelaku yang diamankan berinisial ISL alias Iwan Membot (21), warga Jalan Pulau Seram, Belawan. Pelaku diduga terlibat dalam sejumlah aksi begal sadis. Dari tangan pelaku, petugas menyita berbagai barang bukti seperti pisau dapur, pistol mainan untuk intimidasi, kunci inggris, cutter, topeng, serta barang hasil kejahatan berupa ijazah, KTP atas nama Jonatan Simanungkalit, kartu ATM, perhiasan, jam tangan, dompet, tas, dan dokumen pribadi lainnya.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti diamankan di Markas Pomal Kodal I untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini juga bertujuan mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain maupun jaringan kriminal di wilayah hukum Belawan.
Dankodaeral I Laksda TNI Deny Septiana menegaskan bahwa operasi ini adalah bentuk sinergitas antara TNI AL dengan instansi samping untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah Belawan. “Kehadiran negara di tengah masyarakat adalah mutlak dan TNI dalam hal ini TNI AL tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kriminalitas jalanan, begal maupun geng motor yang mengganggu ketertiban umum. Sinergi ini akan terus diperkuat secara berkelanjutan,” bebernya, Dilansir dari website resmi tnial.mil.id, pada Selasa (21/4/2026). (Hms/Ida).

.jpg)